Sinopsis & Review Clifford the Big Red Dog (2021)

Rasa cinta seorang anak kecil kepada anjing peliharaannya yang masih kecil membuat ukuran anjing tersebut membesar dan mendatangkan masalah bagi keluarga, tetangga, dan warga sekitar, juga dari pihak yang ingin menjadikan anjing tersebut sebagai penelitian ilmiah demi kepentingan perusahaannya.

Clifford the Big Red Dog adalah film fantasi untuk keluarga karya Walt Becker yang dirilis oleh Paramount Pictures pada 10 November 2021.

Berdasarkan buku anak-anak karya Norman Bridwell yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1963, film ini mencoba menampilkan kembali kisah Clifford dari awal petualangannya menjadi hewan peliharaan Emily Elizabeth.

Kepopuleran bukunya sudah menjadi daya tarik tersendiri apalagi film ini adalah film live-action pertama bagi karakter Clifford, setelah selama ini ditampilkan dalam bentuk animasi, yang akan memukau mata kita dengan kedetailan special effect dalam menampilkan Clifford yang berukuran raksasa. Sudah siap berpetualang di kota New York bersama Clifford? Baca review berikut ini dulu ya.

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun: 2021
  • Genre: Comedy, Adventure, Fantasy, Family
  • Produksi: Paramount Pictures, Entertainment One, New Republic Pictures
  • Sutradara: Walt Becker
  • Pemeran: Darby Camp, Jack Whitehall, Izaac Wang

Emily Elizabeth Howard sering dicemooh oleh murid-murid di sekolahnya dan hanya berteman dengan Owen Wu. Emily hanya hidup berdua dengan ibunya, Maggie, yang akan pergi beberapa hari keluar kota karena pekerjaannya dan menitipkan Emily pada Casey, paman Emily yang tidak memiliki rumah dan kurang bertanggung jawab.

Dalam perjalanan menuju sekolah, Emily dan Casey mampir di karnaval depan sekolah dan masuk ke sebuah tenda penampungan hewan tanpa tuan. Emily tertarik dengan anjing kecil berwarna merah, tapi Casey langsung menolaknya karena ada peraturan yang tidak membolehkan hewan di gedung apartemen.

Sepulang sekolah, Emily terkejut karena mendapati anjing merah tersebut ada di dalam tasnya. Meski sempat terjadi perdebatan, Casey mengizinkan Clifford, nama anjing itu, menginap hanya semalam.

Sebelum tidur, Emily berucap kepada Clifford jika saja mereka menjadi besar dan kuat pasti tidak akan ada yang meremehkan mereka sambil meneteskan air mata yang mengenai wajah Clifford.

Keesokan paginya, Emily dan Casey terkejut melihat Clifford sudah tumbuh seukuran raksasa. Mereka berdua sibuk menyembunyikan Clifford dari pengawasan Mr. Packard, pemilik gedung apartemen.

Mereka kemudian bermaksud membawa Clifford ke dokter hewan untuk diperiksa. Dalam perjalanan, Owen ikut serta dan Clifford sempat mengejar permainan gelembung yang berisi orang di dalamnya.

Menurut dokter, kesehatannya normal. Karena ukurannya yang tidak biasa, banyak orang melihat dan memotret lalu menyebarkannya di media sosial yang kemudian menarik perhatian Zac Tieran, pemilik perusahaan bioteknologi bernama Lyfegro. Emily berusaha mencari keberadaan Mr. Bridwell, pemilik tenda penampungan hewan, untuk menanyakan perihal Clifford.

Tapi mereka kesulitan karena tidak menemukan tentangnya di pencarian Google. Lalu mereka memiliki ide untuk mencari data karnaval dari sekolah mereka.

Sementara Casey dan Owen menyusup ke ruang komputer, Emily mengambil makanan dari kantin untuk Clifford yang menuai ejekan. Tapi ketika Clifford datang, semua murid di kantin menyukainya dan menjadi teman Emily.

Zac berbohong kepada polisi dan media bahwa Clifford adalah hewan milik perusahaannya yang terlepas dari laboratorium membuat polisi mengejar Clifford yang juga diliput oleh media. Mendapat informasi keberadaan Mr. Bridwell di rumah sakit dari Owen, Emily dan Casey mendapat kabar bahwa beliau baru saja meninggal dunia.

Emily dan Casey merasa kebingungan ketika apartemen mereka disegel oleh Mr. Packard, dan Owen membawa mereka ke rumahnya.

Setelah berbicara dengan ayahnya, Owen menyarankan agar Clifford dibawa ke Cina untuk hidup di lahan luas milik ayah Owen. Karena tidak menemukan jalan lain untuk menyelamatkan Clifford dari kejaran Zac, Emily rela melepas kepergian Clifford ke Cina.

Baca juga:

Apakah Emily dan Clifford bisa bersatu lagi? Akankah Zac dan Lyfegro bisa mengejar Clifford? Kita harus menonton filmnya sampai selesai untuk mendapatkan jawabannya!

Setia dengan Buku Ceritanya

setia dengan buku_

Awalnya, film Clifford the Big Red Dog ini akan ditampilkan sebagai film animasi, sama seperti beberapa serial TV yang menceritakan petualangan anjing merah raksasa ini yang seluruh ceritanya berdasarkan buku cerita anak-anak karya Norman Bridwell yang hingga akhir hayatnya di tahun 2015 sudah mencapai volume ke-80.

Ketika Paramount Pictures membeli lisensi film ini dari Universal Pictures di tahun 2016, mereka mengembangkannya untuk menjadi film live-action. Untuk menciptakan sosok Clifford dalam animasi CGI, ditunjuklah Moving Picture Company untuk menggarapnya dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan.

Clifford hadir dengan special effect yang halus, bisa dilihat dari kedetailan bulu-bulunya, dan membuat kita tidak habis-habisnya kagum di sepanjang film.

Tentu saja hal-hal yang kita harapkan dari efek pergerakan sosok raksasa disuguhkan dengan proporsional, seperti kerusakan barang-barang di sekitarnya dan orang-orang di sekelilingnya dengan skala perbandingan ukuran fisik yang konstan.

Tidak seperti film fantasi anak-anak pada umumnya, film berdurasi 1 jam 36 menit ini tidak membuat karakter utamanya, maksudnya Clifford, bisa berbicara dan berkomunikasi dengan manusia sehingga membuat cerita terkesan believable meski berada di ranah fantasi. Pasti akan terkesan konyol apabila membuat Clifford bisa berbicara.

Cerita Sederhana yang Cukup Menyentuh

cerita sederhana_

Diperuntukkan bagi keluarga, film Clifford the Big Red Dog tidak menyuguhkan cerita yang rumit, semua terkesan sederhana dengan elemen-elemen yang biasa hadir di film-film sejenis ini.

Anak-anak tentunya akan sangat menyukai semua yang dihadirkan disini, terutama penampilan Clifford yang lucu, tapi pasti tidak akan meninggalkan kesan berarti bagi para orang tua.

Inti cerita tentang kesamaan perasaan antara Emily dan Clifford yang sering diejek karena tidak sama dengan teman mereka pada umumnya, tersampaikan dengan cukup baik meski terkesan sedikit dipaksakan untuk dicari kesamaannya dan terselesaikan dengan mudah hanya dalam satu adegan saja.

Selain itu, ada juga pesan tentang keharusan bertanggung jawab dimana hal ini lebih menyorot kepada karakter Casey yang selama ini tidak pernah dianggap mampu untuk mengemban sebuah tanggung jawab.

Sementara itu, memasukkan karakter antagonis dengan niat jahat tidak begitu mampu untuk menaikkan tensi ketegangan apalagi motifnya tidak jelas. Semuanya dihadirkan seringan mungkin.

Performa Akting yang Kurang Memikat

performa akting_

Titik terlemah dari film dengan sinematografi yang biasa saja ini adalah sisi akting. Darby Camp sebagai pemeran utama dan yang paling banyak berinteraksi dengan Clifford tampil tidak konsisten. Camp cukup meyakinkan saat adegan-adegan penuh haru tapi tidak bisa tampil fun bahkan saat Clifford sedang bermain-main.

Ditambah lagi para aktor dan aktris lain yang hanya tampil selintas saja dan kurang berkesan. Bisa dibilang hanya Jack Whitehall, pemeran Casey, saja yang bisa membuat kita terkesan dengan akting komikalnya, terutama ketika adegan perkelahian yang lucu di sebuah minimarket. Kurangnya kedalaman karakter utama memang menjadi masalah berarti bagi film ini di sisi penceritaan.

Sebagai film keluarga, Clifford the Big Red Dog tampil cukup baik, terutama bagi anak-anak yang pasti terpukau dengan penampilan Clifford dengan kehalusan special effect-nya. Tapi dengan cerita sederhana dan kurang dalam serta akting yang kurang maksimal, membuat kualitas film ini berada di bawah standar.

Dianggap cukup sukses dalam peredarannya dengan mendapat penghasilan sejumlah $48 juta hingga akhir Desember 2021, maka kemungkinan untuk kehadiran sebuah film sequel terbuka lebar, apalagi sumber bahan ceritanya sangat banyak. Bahkan nantinya bisa menjadi franchise baru bagi Paramount Pictures jika digarap dengan lebih baik.

Bisa jadi film berikutnya akan menceritakan petualangan Clifford mencari ibu dan saudara-saudaranya yang sempat dimunculkan di awal film ini. Daripada memikirkan yang belum ada, sebaiknya kita saksikan terlebih dahulu petualangan awal Clifford di kota New York yang cukup seru ini bersama seluruh anggota keluarga.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.