Foto: Dua Mantan Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9 dan 6 Tahun Bui

Jakarta: Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji, dituntut hukuman penjara selama sembilan tahun. Sedangkan, eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani, dituntut hukuman enam tahun penjara.

Keduanya dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait kepengurusan pajak. Keduanya diyakini merekayasa kewajiban pajak sejumlah perusahaan.

“Menuntut agar majelis hakim yang mengadili perkara ini, menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama,” kata JPU KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Januari 2022.

JPU juga menuntut Angin dikenakan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan, Dadan dikenakan Rp350 juta subsider lima bulan kurungan.
 
JPU mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan hukuman. Hal memberatkan perbuatan mereka tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
 
Kemudian, perbuatan Angin dan Dadan berpengaruh negatif dalam upaya optimalisasi penerimaan negara. Keduanya sudah menikmati hasil perbuatannya, berbelit-belit dalam memberikan keterangan, dan tidak mengakui perbuatannya.

Angin dan Dadan dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SGD4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama tim pemeriksa pajak dari Ditjen Pajak yakni, Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

Mereka merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016. Lalu, wajib pajak PT Panin Bank tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017. MI/Adam Dwi

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.