Sinopsis dan Review Film Earwig and the Witch (2020)

Film Earwig and the Witch (2020) atau yang dikenal juga dengan judul dalam bahasa Jepang アーヤと魔女  (Āya to Majo), merupakan film animasi yang disutradarai oleh Goro Miyazaki, yakni anaknya Hayao Miyazaki. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Diana Wynne Jones.

Film yang diproduksi oleh Studio Ghibli, NHK dan NHK Enterprise ini resmi dirilis di televisi Jepang pada 30 Desember 2020. Sedangkan pada tanggal 18 November 2021 baru resmi rilis di situs resmi Netflix. Film dari Studio Ghibli ini merupakan film pertama yang menggunakan teknik CGI 3D.

Sinopsis 

sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Animation, Family, Fantasy
  • Produksi: Studio Ghibli, NHK, NHK Enterprise
  • Sutradara: Goro Miyazaki
  • Pengisi Suara: Hirasawa Kokoro

Earwig and the Witch (2020) adalah film seorang gadis bernama Earwig atau dikenal juga dengan panggilan Aya. Suatu ketika, Aya yang tinggal di panti asuhan, kemudian diadopsi oleh seorang penyihir. Kira-kira bagaimana kisah Aya setelah menjadi anak angkat seorang penyihir? 

Suatu hari, ada seorang penyihir berambut keriting berwarna merah meninggalkan anaknya yang bernama Ayatsuru di panti asuhan St. Morwald Home for Children. Kepala panti asuhan bernama Matron mendengar tangisan bayi. Lalu, ia segera keluar bersama Thelma. Ada sebuah catatan yang mengatakan kalau anak tersebut bernama Ayatsuru.

Kepala panti asuhan tidak menyukai nama tersebut dan mengubahnya menjadi Aya Tsuuru dan panggilannya adalah Aya. 10 tahun kemudian Aya tumbuh di panti asuhan bersama teman-temannya.

Ia merasa nyaman karena teman-temannya mengikuti apa yang ia mau. Aya paling menyukai temannya yang bernama Custard yang sama-sama tidak ingin diadopsi.

Suatu hari, datang pasangan aneh ke panti asuhan. Mereka mengadopsi Aya meskipun ia tidak berharap untuk diadopsi. Pasangan tersebut dikenal dengan panggilan Bella Yaga dan Mandrake yang merupakan seorang penyihir.

Bella kemudian menjelaskan kepada Aya kalau ia mengadopsi Aya karena butuh tenaga tambahan untuk membantu pekerjaannya, terutama di rumah. Aya menyetujui membantu Bella asalkan Bella mau mengajari Aya ilmu sihir.

Aya mulai disuruh untuk menyiapkan beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat sebuah ramuan, kemudian setelahnya membersihkan ruangan tersebut.

Lelah dengan pekerjaannya, Aya berniat untuk kabur dari sana. Namun, ia baru menyadari kalau tidak ada pintu keluar di sana karena dikunci oleh sihir Mandrake. Aya juga semakin merasa frustasi karena Bella tidak pernah mengajarkannya ilmu sihir.

Aya kemudian mencoba mendengarkan musik dari sebuah kaset lama yang diatasnya tertulis ‘Earwig’. Lalu, Aya terkejut ketika tiba-tiba Thomas, kucing hitam yang ada di sana, berbicara kepadanya. Thomas mengetahui kalau Aya ingin mempelajari ilmu sihir, kemudian Thomas mengajak Aya pergi ke ruangan tempat membuat bahan-bahan ramuan sihir.

Dengan bantuan dari Thomas, Aya membuat ramuan penangkal sihir untuk dirinya dan Thomas. Selain itu, Aya juga membuat sebuah mantra untuk memberi ‘tangan tambahan’ untuk Bella Yaga. Tapi, untuk membuat mantra tersebut ia membutuhkan rambut Bella.

Setelah berhasil membuat mantra tangan tambahan untuk Bella, hal tersebut tentunya membuat Bella marah besar. Kemudian, Bella memberhentikan Aya dari pekerjaan dan mengirimkan cacing sihir ke kamarnya Aya.

Namun, karena Aya sebelumnya telah membuat ramuan penangkal sihir, cacing ajaib tersebut tidak berpengaruh apa-apa kepada dirinya.

Aya kemudian memasukan cacing tersebut ke lubang yang terhubung ke ruangan Mandrake. Karena hal tersebut, Mandrake marah besar dan memarahi Bella. Aya melarikan diri ke ruangan Mandrake.

Di sana ia menemukan sebuah foto di mana Mandrake dan Bella merupakan member band yang bernama Earwig. Namun, masih ada satu orang perempuan di foto tersebut yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Mandrake kemudian memberitahu Aya siapa wanita tersebut. Aya tiba-tiba memeluk Mandrake dan memujinya, membuat Mandrake tersipu malu. Setelah kejadian itu, Aya mulai bisa mengendalikan Mandrake, Bella dan asisten Mandrake. Ia pun merasa bahagia karena mulai bisa melakukan apa yang ia inginkan di sana.

Baca juga:

Aya juga bisa mengundang Custard ke rumahnya ketika perayaan Natal tiba. Dan ketika Custard sampai di rumahnya, Aya terkejut karena di dekat Custard ada seorang wanita yang ada di foto band Earwig.

Kisah Aya (Earwig) yang Diadopsi Oleh Penyihir

kisah aya_

Film ini berpusat pada cerita karakter Aya (Earwig) yang diadopsi oleh seorang penyihir untuk dijadikan seorang pembantu. Alur cerita yang cukup mudah ditebak, melihat karakter Aya ini ingin selalu bisa mengatur orang-orang sesuai dengan keinginannya.

Jadi, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkannya, ia memiliki beberapa pilihan. Antara melarikan diri dari rumah tersebut, mengubah Bella dan Mandrake menjadi sesuai keinginannya atau ia akan tersiksa selamanya di sana.

Karakter Aya ini bisa dibilang pantang menyerah. Karena ketika ia dimanfaatkan oleh Bella, meskipun marah, tapi ia tidak menangis dan selalu kesal karena keinginannya untuk belajar ilmu sihir tidak pernah dituruti oleh Bella.

Menurut saya, Aya juga merupakan karakter yang pandai merayu. Karena ia bisa mengubah Mandrake yang menakutkan, menjadi bersikap lemah lembut kepada dirinya. Termasuk juga dengan sikap kepala panti asuhan yang selalu menyukai Aya.

Film Animasi CGI Ghibli yang Pertama

cgi ghibli_

Sempat disinggung sebelumnya di atas, kalau film Earwig and the Witch (2020) ini merupakan film animasi pertama Studio Ghibli yang dibuat dengan menggunakan teknik CGI. Namun, banyak penonton yang cukup kecewa dengan hasil animasi yang dibuat.

Sutradara Goro Miyazaki pun mengakui hal tersebut, karena menurutnya ini adalah kali pertama ia membuatnya ke dalam teknik CGI. Jadi, jangan berharap hasil animasinya akan sebagus kualitas Pixar, Dreamworks ataupun animasi Disney, ya.

Meski begitu, untuk untuk animasi CGI Studio Ghibli pertama ini cukup menarik, terutama ekspresi yang dikeluarkan oleh setiap karakternya cukup menggambarkan emosi yang ingin disampaikannya.

Cerita yang Cukup Ringan dan Cenderung Membosankan

cerita ringan_

Menurut saya pribadi, alur ceritanya ringan dan cenderung membosankan. Selama 1 jam 20 menit alur ceritanya cukup simpel dan berpusat pada kisah keseharian Aya yang diadopsi oleh penyihir.

Konflik yang muncul pun bisa dibilang biasa saja, tidak membuat tegang ataupun sedih. Tapi ada beberapa bagian yang cukup lucu dan menghibur juga. 

Film ini tidak seperti anime Studio Ghibli yang lainnya, di mana ketika setelah selesai menonton cukup memberikan kesan yang mendalam.

Meskipun di akhir cerita awalnya terasa menggantung, tapi pastikan untuk menonton sampai bagian kredit film ya, karena di sana diperlihatkan akhir ceritanya seperti apa. Secara keseluruhan baik dari segi cerita, karakter, sinematografi dan durasinya bisa dibilang biasa saja.

Tapi apakah filmnya layak ditonton? Bagi yang sedang mencari film dengan cerita dan beberapa komedi ringan boleh banget untuk menonton film ini. Bagi yang penasaran dengan filmnya, bisa langsung nonton filmnya di Netflix. Jangan lupa juga untuk terus pantau review film lainnya yang tak kalah seru dari film ini hanya di Bacaterus!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.