Diskusi Pendidikan Kejuruan, Menko PMK Dorong Pengembangan Mobil Listrik

Suara.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong pengembangan mobil listrik oleh lembaga pendidikan, baik sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi.

Dikutip dari kantor berita Antara, hal itu disampaikan Menko PMK saat memberikan arahan dalam Diskusi antarkepala SMK Muhammadiyah dengan perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah secara daring di Jakarta, Sabtu (9/1/2022) .

“Saya akan berupaya untuk menghubungkan gagasan-gagasan yang ada di SMK ataupun perguruan tinggi dengan pihak terlibat, termasuk dunia industri. Mudah-mudahan ini bisa memotivasi dan mendorong SMK untuk ambil bagian dalam program jangka panjang transportasi listrik,” ungkapnya secara daring di Jakarta, Sabtu (8/1/2022).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau layanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di Puskesmas Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (10/12/2021). (Dok. Humas Kemenko PMK).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau layanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di Puskesmas Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (10/12/2021). (Dok. Humas Kemenko PMK).

Muhadjir Effendy mengatakan dunia industri dan otomotif di Tanah Air akan terus mengalami perkembangan. Salah satu yang menjadi program jangka panjang pemerintah dalam dunia industri dan otomotif adalah dengan mengembangkan mobil listrik.

Baca Juga: Donfeng Perkenalkan Mobil Listrik Mini Penantang Wuling HongGuang

Pada kesempatan diskusi yang diadakan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah itu, para Kepala SMK Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah menyatakan komitmen untuk dapat turut mendukung program jangka panjang pemerintah dalam mengembangkan transportasi listrik di Indonesia.

Menyambut baik komitmen itu, Menko PMK langsung meminta data konkret dari jumlah SMK dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang nantinya bakal terlibat dalam pengembangan mobil listrik di lembaga pendidikan.

Ia pun mengimbau agar SMK maupun perguruan tinggi dapat menyesuaikan program studi dengan bidang keahlian yang dibutuhkan.

“Saya memang bukan ahli di bidang ini, akan tetapi mengikuti perkembangan di kabinet sepertinya Indonesia akan mengambil dominasi untuk transportasi listrik ini karena sebagian besar bahan yang dibutuhkan kita punya,” tandasnya.

Menko PMK tak memungkiri bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa masuk ke dalam pasar industri otomotif apalagi transportasi listrik. Hingga saat ini, dominasi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) masih sulit untuk ditaklukkan.

Baca Juga: Dikenal sebagai Produsen Playstation, Sony Coba Bisnis Baru di Sektor Mobil Listrik

“Itu juga yang menjadi salah satu kendala mobil SMK. Ekosistem otomotif di kita memang belum sepenuhnya mendukung,” katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap lembaga pendidikan seperti yang berada di bawah Perserikatan Muhammadiyah bisa terus mengembangkan potensi yang ada. Adapun pemanfaatan hasil pengembangan itu bisa dimulai dari lingkungan internal perserikatan.

“Nantinya, kalau kita sudah berhasil mengembangkan mobil listrik, untuk eksplorasi pasar itu bisa dimulai dari lingkungan perserikatan. Kalau di dalam perserikatan berhasil, saya yakin ke depan akan meluas meskipun ini memang perlu jangka panjang,” pungkas Menko PMK.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.