BPH Migas Bakal Salurkan 15,1 Juta Kiloliter Solar Tahun Ini

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menugaskan penyediaan dan pendistribusian kuota volume penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu kepada PT Pertamina Patra Niaga dan PT AKR Corporindo Tbk.
 
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 102/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2021 dan Nomor 103/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2021 tanggal 27 Desember 2021 dan telah mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan negara.
 
“Penetapan kuota ini didasarkan kepada tiga variabel dasar perhitungan, antara lain usulan kebutuhan JBT minyak solar 2022 dari pemda, data realisasi penyaluran JBT minyak solar PT Pertamina (Persero) dan PT AKR pada 2021 dan rumusan formula yang sesuai dengan kesepakatan rapat bersama stakeholder,” ujar Kepala BPH Migas Erika Retnowati, dikutip dalam laman resmi BPH Migas, Sabtu, 8 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, kuota JBT yang akan disalurkan di tahun ini yaitu minyak tanah (kerosene) sebesar 480 ribu KL dan minyak solar (gasoline) sebesar 15,1 juta KL.
 
Jika terjadi peningkatan kebutuhan atau gangguan distribusi pada suatu daerah Kabupaten/Kota, Pertamina Patra Niaga dan AKR Corporindo dapat melakukan penyesuaian kuota antarpenyalur dalam satu Kabupaten/Kota yang sama, sepanjang tidak memengaruhi jumlah total kuota Kabupaten/Kota tersebut dengan tetap berkoordinasi dengan BPH Migas dan pemerintah daerah setempat.
 
“Dalam perubahan kuota suatu wilayah, Pertamina wajib melaporkan kepada BPH Migas, paling lambat satu bulan setelah perubahan, yang terpenting adalah tepat sasaran penyalurannya, sehingga kuota JBT dikonsumsi oleh yang berhak,” ujarnya.
 
Selain itu, hasil sidang komite juga memutuskan volume penyaluran JBT yang melebihi kuota tidak akan diakui sebagai JBT dan dihitung sebagai JBU.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *