Menlu Iran: Tidak Hanya Ucapan, Barat Harus Menunjukkan Niat Baik dalam Praktik

Hossein Amir-Abdollahian, Menteri Luar Negeri Republik Islam melakukan pembicaraan telepon dengan Anniken Huitfeldt timpalannya dari Norwegia pada Kamis (06/01/2022) malam dan mendeskripsikan atmosfer umum perundingan di Wina sebagai positif.

“Bila kedua pihak kembali pada komitmen penuh mereka pada Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Iran juga akan menghentikan langkah-langkah balasannya,” ungkap Menlu Amir-Abdollahian.

Menurut laporan IRNA, Amir-Abdollahian dalam pembicaraan telepon ini menyampaikan selamat tahun baru kepada rakyat dan pemerintah Norwegia.

“Pihak Barat harus menunjukkan niat baik mereka tidak hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam perbuatan, dan tindakan praktisnya adalah mencabut sanksi dan kembali ke JCPOA.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran lebih lanjut mengacu pada dukungan Republik Islam Iran untuk keanggotaan Norwegia di Dewan Keamanan PBB dan menyatakan harapan bahwa konsultasi antara kedua negara mengenai isu-isu regional dan internasional yang penting akan diperkuat.

Hossein Amir-Abdullahian juga berbicara tentang situasi kritis di Yaman dan Afghanistan dalam percakapan telepon ini.

Menlu Iran mengatakan, “Karena musim dingin, 5.000 wanita, anak-anak, dan pria Afghanistan memasuki perbatasan Iran setiap hari, sehingga dalam empat bulan terakhir jumlah pengungsi baru Afghanistan di Iran telah mencapai sekitar 800.000.”

Para pengungsi Afghanistan

Menteri luar negeri Iran menambahkan bahwa Tehran sedang mencoba untuk memberikan layanan kepada para pengungsi ini di dalam Afghanistan.

Menurutnya, “Jika pemerintah Norwegia memiliki rencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang terlantar ini, Iran siap memberikan bantuan ini melalui darat dan udara kepada orang-orang Afghanistan.”

Amir-Abdollahian juga tidak lupa menekankan perlunya membentuk pemerintahan inklusif di Afghanistan dengan partisipasi semua kelompok etnis di negara itu dan mengumumkan kesiapan untuk melanjutkan konsultasi antara Iran dan Norwegia mengenai Afghanistan dan Yaman.

Menteri Luar Negeri Norwegia dalam pembicaraan ini  memuji upaya bertanggung jawab Iran untuk membantu para pengungsi Afghanistan dan mengatakan, “Masyarakat internasional harus berterima kasih atas bantuan kemanusiaan Iran kepada rakyat Afghanistan.”

Menlu Anniken Huitfeldt menjelaskan bahwa Norwegia akan menyelenggarakan pertemuan yang fokus membicarakan krisis Yaman dan Afghanistan di Oslo pada bulan Juni, dan mengundang Republik Islam Iran untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Mengacu pada pembicaraan Wina, Menteri Luar Negeri Norwegia mengatakan, “Oslo mengikuti pembicaraan dengan cermat dan mengamati proses kerja sama konstruktif antara Iran dan Badan Energi Atom Internasional.”

Huitfeldt mengungkapkan harapan bahwa pembicaraan Wina akan menghasilkan kesepakatan yang baik antara kedua belah pihak.

Di akhir pembicaraan telepon, Amir-Abdollahian mengundang rekannya dari Norwegia untuk mengunjungi Tehran.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *