Dalih Diajar Tenaga Dalam, 3 Santriwati di Bandung Jadi Korban Pencabulan

Bandung: Kasus dugaan dugaan pencabulan kembali terjadi di salah satu pesantren di Jawa Barat. Kini tiga orang santriwati diduga menjadi korban pelecehan seksual sebuah pondok pesantren di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung.
 
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, kasus tersebut terjadi pada tahun 2019 dan 2021. Namun baru dilaporkan pada 1 Januari 2022.
 
“Jadi ini kasus sudah cukup lama kejadiannya tapi baru dilaporkan kejadian tahun 2019 sampai 2021, dan dilaporkan salah satu korban berkembang menjadi tiga korban akhirnya,” ucap Ibrahim, di Markas Polda Jawa Barat, Jumat 7 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia mengatakan, tindak pidana pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu pengajar di pondok pesantren tersebut. Dari pemeriksaan sementara terduga pelaku beralasan akan mengajarkan tenaga dalam kepada korbannya.
 
Baca: Sejumlah Santriwati di Bandung Laporkan Dugaan Pencabulan oleh Guru Agama
 
“Yang melaporkan ini saudari R. Modusnya memanggil korban diajari tenaga dalam, namun pada saatnya itu dipijit punggung hingga korban tidak sadar kemudian dilakukanlah pencabulan pada saat itu,” kata Ibrahim.
 
Hingga saat ini, kata dia, kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh penyidik Polresta Bandung. Meski belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, namun sejumlah saksi telah diperiksa.
 
“Kasus ini sudah ditangani penyidik. Saksi ini ada saksi korban dan pelapor juga, total ada delapan,” ucap dia.
 
Disinggung mengenai kemungkinan adanya korban lain, Ibrahim belum dapat memastikan hal tersebut. Sebab, hingga kini belum ada korban lain yang melapor terkait kasus tersebut.
 
“Ya kita tetap membuka pengembangan penyelidikan kalau ada korban penyidik akan melakukan proses pada korban lain, tapi sampai sekarang belum ada laporan atas kasus tersebut,” katanya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *