Lintasan Sejarah 6 Januari 2022

Hari ini Kamis, 6 Januari 2022 bertepatan dengan 3 Jumadil Tsani 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 16 Dey 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Fathimah Az-Zahra Gugur Syahid

1432 tahun yang lalu, tanggal 3 Jumadil Tsani 11 HQ, Sayidah Fathimah az-Zahra sa, putri Rasulullah Saw, gugur syahid dalam usia 18 tahun.

Sayidah fathimah az-Zahra lahir ke dunia lima tahun setelah Muhammad Saw diangkat sebagai Rasul. Ketika ibunda Fahimah sa, yaitu Khadijah wafat, beliau menjadi pendamping setia Rasulullah dalam penyebaran ajaran Islam sampai-sampai dijuluki sebagai ummu abiiha atau ibu dari ayahnya.

Syahadah Fatimah Az-Zahra

Di bawah bimbingan ayah beliau, Sayidah Fathimah mencapai keilmuan dan ketakwaan yang sangat tinggi. Sayidah Fathimah dikenal sebagai seorang perempuan yang tekun beribadah, penyabar, serta suka bersedekah.

Salah satu di antara wasiat Fathimah az-Zahra sa adalah, “Orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat haruslah berkata-kata yang baik atau diam. Karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa serta membenci orang-orang yang buruk dalam berkata-kata.”

Pesan Imam Khomeini Pasca Berkuasanya Bakhtiari

43 tahun yang lalu, tanggal 16 Dey 1357 HS, Imam Khomeini ra mengirim pesan pasca berkuasanya Bakhtiari.

Pasca berkuasanya Bakhtiari, Imam Khomeini ra pada 16 Dey 1357 HS, menyampaikan pesan kepada rakyat Iran yang isinya:

“Saya mengumumkan kepada seluruh bangsa pemberani Iran bahwa rezim monarki adalah ilegal dan parlemen tidak nasionalisdan ilegal serta pemerintahan penjarah ilegal dan pembangkang. Berikut ini ada beberapa hal yang ingin saya ingatkan, para pegawai seluruh kementerian yang ada agar tidak menerima para menteri korup dan ilegal. Jangan menaati mereka dan bila memiliki kekuatan, hendaknya tidak memberikan mereka jalan ke seluruh kementerian yang ada. Rakyat ini hendaknya tidak membayar air, listrik dan telepon secara mutlak dan menolak membantu pemerintah.”

Dalam melaksanakan perintah Imam Khomeini ra, sebagian kementerian tidak memberi kesempatan menteri-menteri yang baru ke kantornya dan terus melakukan aksi protesnya lewat demonstrasi.

Image Caption

Indira Gandhi Kembali Terpilih Sebagai PM

42 tahun yang lalu, tanggal 6 Januari 1980,  Indira Gandhi meraih suara mayoritas rakyatnya dan kembali menjadi Perdana Menteri India.

Indira terpilih menjadi Perdana Menteri India pada tahun 1966 menggantikan PM saat itu, Lal Bahadur Shastri, yang meninggal mendadak.

Pada tahun 1971, Indira menang dalam pemilu nasional dan kembali menjadi PM. Namun, pada tahun 1975, ia dijatuhi hukuman karena terbukti melakukan kecurangan dalam pemilu 1971 tersebut. Indira menolak hukuman itu dan menyatakan diri tidak bersalah. Ia kemudian  memberlakukan situasi darurat di India. Selama periode ini, Indira melakukan kontrol ketat terhadap berbagai aspek kehidupan di India dan memenjarakan banyak oposannya.

Pada tahun 1977, Indira menyelenggarakan pemilu untuk meredam kritik bahwa dirinya telah menginjak-injak demokrasi di India. Namun, kali ini Indira Gandhi kalah dan tersingkir dari kursi Perdana Menteri. Pada pemilu 1980, Indira Gandhi kembali terpilih sebagai PM namun pada tanggal 31 Oktober  1984, akibat kebijakan represifnya terhadap kelompok Sikh, Indira ditembak oleh pengawalnya sendiri yang berdarah Sikh.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.