Milenial Sepatutnya Bangga dengan Presidensi G20 Indonesia

Jakarta: Keketuaan Indonesia di G20 membawa banyak manfaat. Tak hanya itu, presidensi G20 Indonesia juga dapat membuat bangga seluruh masyarakat Tanah Air.
 
Hal ini disampaikan Co-Sherpa G20 Indonesia, Dian Triansyah Djani, dalam webinar ‘Peran Diplomasi Indonesia dalam Presidensi G20’ pada Rabu, 5 Januari 2022.
 
“Dengan menjadi presiden G20, kita dapat mengatur agenda-agenda dunia yang mengarah pada pembahasan, yang tentunya untuk kepentingan Indonesia, negara berkembang, dan rakyat,” kata Trian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ia menambahkan, Indonesia memasukkan pemulihan ekonomi sebagai agenda utama di G20. RI juga mengambil tema ‘recover together, recover stronger’ seperti yang selalu digaungkan selama masa pemulihan pandemi Covid-19.
 
Menurut Trian, presidensi G20 juga dapat membuat citra baik Indonesia di mata dunia semakin menguat. “Indonesia sehat, aman, kita siap untuk bisnis, investasi, dan perdagangan kita juga baik. Ini dapat mendorong kembali perekonomian,” lanjut dia.
 
Trian mengatakan, banyak kesempatan yang bisa diraih Indonesia melalui presidensi G20, salah satunya konektivitas antara para pelaku ekonomi. Melalui presidensi G20, Indonesia juga dapat lebih mendorong pembukaan lapangan pekerjaan di dalam negeri.
 
Selama Indonesia menjalani presidensi G20, negara lain sudah dipastikan akan terus memantau dan mengawasi keseluruhan kinerja.
 
“Presidensi Indonesia ini menumbuhkan rasa bangga bagi warga negara kita. Lewat ini, kita bisa menumbuhkan rasa cinta jiwa milenial untuk negara,” ucap Trian.
 
Karenanya, Trian meminta agar milenial mendukung kesuksesan presidensi G20 Indonesia. Pasalnya, kesuksesan ini menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.
 
“Kesuksesan presidensi Indonesia di G20 merupakan kesuksesan kita bersama, dan tentunya dukungan kita harapkan dari berbagai sektor,” pungkasnya.
 
Baca:  Presiden Ingin Produk IKM Bali Bangkit Jadi Suvenir Ajang G20
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.