Dukung Penutupan Ekspor Batu Bara, Rachmat Gobel: Jangan hanya Sebulan

Jakarta: Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel mendukung kebijakan pemerintah menutup ekspor batu bara selama Januari 2022. Dia berharap kebijakan itu tak hanya untuk sebulan.
 
“Menurut saya ini langkah baik, tapi jangan cuma satu bulan,” kata Gobel di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Januari 2022.
 
Politikus Partai NasDem itu menyampaikan, pelarangan ekspor batu bara untuk kepentingan nasional. Salah satunya menjamin pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Menyangkut batu bara ini kan, pertama kita punya kebutuhan untuk mendukung pembangkit listrik yang ada di dalam negeri,” ungkap dia.
 
Namun, dia mengusulkan agar kebijakan ini diikuti dengan penetapan ketentuan harga batu bara acuan (HBA). Ketentuan tersebut dibutuhkan agar tak memberatkan PLN.
 
Dia menyampaikan, harga batu bara internasional anjlok pada Desember 2021. Turunnya nilai jual tersebut karena Tiongkok menggenjot produksi batu bara mereka.
 
“DPR mengingatkan jangan sampai pelarangan ekspor batu bara ini lebih karena harga pasar sedang merosot,” sebut dia.
 
Dia menegaskan, kebijakan ini jangan hanya untuk melindungi segelintir orang karena harga jual batu bara tingkat internasional mengalami penurunan. Pelarangan ini harus berlandaskan pada kepentingan nasional.
 
“Jangan sampai PLN justru membeli batu bara dengan harga yang lebih mahal daripada harga batu bara internasional. Ini akan membuat Indonesia tak kompetitif di tingkat internasional,” tegas dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.