Bantu Warga dari Sisi Transportasi, Pemkot Palu Operasikan 9 Bus Sekolah

Suara.com – Pemerintah Kota Palu mulai mengoperasikan sembilan unit armada bus sekolah untuk melayani antar-jemput siswa di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Dikutip dari kantor berita Antara, pengadaan bus sekolah ini adalah upaya membantu warga dari sisi transportasi.

“Bus sekolah sudah diluncurkan pagi tadi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu untuk mendukung kegiatan pendidikan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Moh Arif Lamakarate yang dihubungi di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (3/1/2022).

Dua bus sekolah yang saat ini masih diparkir di halaman Dishub Kominfo Kota Palu, Sulteng. (FOTO ANTARA/dok.)
Dua bus sekolah yang saat ini masih diparkir di halaman Dishub Kominfo Kota Palu, Sulteng. (FOTO ANTARA/dok.)

Setelah diluncurkan, bus sekolah efektif beroperasi mulai besok, Selasa (4/1/2022), dengan trayek telah ditetapkan oleh Pemkot Palu. Yaitu antara lain di hunian tetap (huntap) korban bencana:

  • huntap di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore
  • huntap di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat
  • huntap di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga
  • huntap di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.

“Warga di kelurahan lain tetap dilayani, karena sudah ada jalur-jalur perlintasan, baik di pinggiran maupun dalam kota. Artinya kehadiran bus sekolah diharapkan dapat mengurangi beban biaya transportasi,” jelas Moh Arif Lamakarate.

Baca Juga: Kaleidoskop Rolls-Royce 2021: Mulai Spectre Hingga Black Badge Ghost

Ia menjelaskan, armada transportasi khusus angkutan sekolah beroperasi di jam sekolah selama enam hari berturut-turut dimulai hari Senin sampai Sabtu dengan layanan gratis.

Sebagaimana visi dan misi pemerintah setempat, membangun Kota Palu yang mandiri, aman dan nyaman, tangguh serta profesional dalam konteks pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan keagamaan.

“Pemkot sudah berhitung, dengan hadirnya armada khusus sekolah dapat menghemat pengeluaran kurang lebih Rp 1,4 triliun per tahun,” katanya.

Lebih lanjut di jelaskannya, dari sembilan armada disiapkan pemerintah setempat, tujuh di antaranya beroperasi, sedangkan dua unit lainnya dicadangkan untuk mengantisipasi hal-hal yang sifatnya urgensi di lapangan.

Selain itu, pembiayaan operasional dan pemeliharaan armada ditanggulangi Pemkot Palu melalui Dinas Perhubungan setempat.

“Diharapkan dengan layanan ini siswa-siswi lebih antusias memanfaatkan transportasi khusus serta lebih bersemangat ke sekolah,” pungkas Moh Arif Lamakarate.

Baca Juga: Berlaga di Reli Dakar 2022, Stephane Peterhansel Andalkan Mobil Hybrid

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *