Kebakaran di Mampang Tewaskan Bapak-Anak, Diduga karena Puntung Rokok

Jakarta: Sebanyak dua korban tewas dalam kebakaran bengkel di Jalan Bangka 11, RT 10/ RW 10, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel). Korban tewas, yaitu pemilik bengkel Muhidin, 50, dan anaknya, Mawar, 20.
 
“(Saat kejadian) Pak Muhidin membangunkan anaknya bernama Mawar yang sedang tidur di kamar atas,” kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Mohammad Slamet, dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Januari 2021
 
Menurut dia, upaya Muhidin itu tidak membuahkan hasil. Pasalnya, Muhidin dan Mawar diduga tidak bisa keluar dari kobaran api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Pak Muhidin tidak bisa menyelamatkan karena api sudah makin membesar,” imbuh Slamet.
 
Baca: Bengkel di Mampang Selatan Kebakaran, 2 Orang Meninggal
 
Kebakaran yang dilaporkan terjadi pukul 07.48 WIB itu menjalar ke lima rumah. Insiden ini turut menyebabkan satu korban luka bakar, yaitu anak Muhidin, Angga, 22.
 
Slamet menerangkan sebelum kebakaran, Muhidin sedang menambal ban sambil merokok. Puntung rokok itu diduga jatuh ke dalam spiritus.
 
“Api membesar mengenai isi bengkel,” terang Slamet.
 
Warga berusaha memadamkan, tetapi api terus membesar.  Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran beserta 54 personel dikerahkan ke lokasi. Api kemudian berhasil dipadamkan.
 
“Taksiran kerugian sekitar Rp2 miliar,” ujar Slamet.
 
Salah seorang tetangga korban, Anton, 31, mengatakan api cepat membesar lantaran di dekat bengkel tersebut terdapat material mudah terbakar. Pasalnya, ada toko furnitur di belakang bengkel itu.
 
“Toko furnitur jual lemari, mejam dari bahan kayu. Otomatis api ketemu kayu malah jadi makin besar,” terang Anton.
 
Anton mengungkapkan Muhidin dan Angga sebenarnya berhasil keluar dari bengkel saat api membesar. Namun, Mawar masih terjebak di dalam bengkel. 
 
“Mungkin karena naluri orang tua ya, dia masuk enggak peduli sama api. Saya sama Angga coba larang saja enggak didengar,” terang Anton.
 
Meski begitu, sambung Anton, Muhidin dan Mawar malah terjebak di dalam bengkel yang terbakar. Keduanya tak terselamatkan.
 
“Saya kenal sama almarhum belum lama karena dia juga di sini baru tinggal sekitar enam bulan, tetapi dia orangnya baik, rajin juga ke masjid,” imbuh Anton.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *