Ekosistem Regulasi untuk Mendukung Pembangunan PSEL Sudah Luas

Jakarta: Oligo Infrastructure Group (OIG) berkomitmen menjalankan seluruh proses teknis dan segala upaya demi mendukung percepatan inisiatif pengelolaan sampah di Kota Tangerang. Hal tersebut sejalan dengan arahan strategis Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan krisis sampah nasional melalui proyek strategis nasional (PSN) di Kota Tangerang.
 
Peneliti Pusat Kajian Perubahan Iklim dan Pembiayaan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Agunan Samosir, mengatakan pemerintah pusat telah mendorong pembangunan instalasi proyek Waste to Energy atau Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang sejak 2016. Ekosistem regulasi untuk mendukung pembangunan tersebut sudah luas.
 
“Komitmen pemerintah pusat untuk mendukung secara fiskal upaya tersebut jelas dan tegas dan tertuang dalam Perpres Nomor 35/2018. Proyek tersebut selanjutnya diberikan keistimewaan karena statusnya sebagai PSN yang lebih menekankan status prioritasnya di bawah Keputusan Presiden Nomor 03 Tahun 2016,” jelas Agunan dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Isu perihal tata kelola sampah di Tangerang menjadi kepentingan nasional karena letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kondisi ini yang akan sangat memengaruhi persepsi publik terhadap tata kelola sampah nasional.  
 
“Seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dari pemerintah pusat pasti mendukung penuh upaya pemerintah daerah, dan tidak perlu ragu-ragu lagi untuk mengambil tindakan, apalagi jika sudah tertuang dalam aturan hukum,” ujar Agunan.
 
Baca: Program Pengolah Sampah Jadi Listrik di Tangerang Diharap Dituntaskan
 
Agunan menegaskan Waste to Energy tidak menargetkan produksi listrik, melainkan instalasi pengolahan sampah yang menjadi prioritas utama untuk diinvestasikan dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak dikelola.
 
Apalagi, kota padat penduduk seperti Tangerang, tidak bisa lagi mendukung pembangunan TPA berskala besar. Dengan begitu, instalasi seperti PSEL sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kota karena keberlanjutan jangka panjangnya.
 
Oligo merupakan investor yang berafiliasi dengan TAEL Partner Ltd. yang berbasis di Singapura bekerja sama dengan sejumlah lembaga internasional lainnya dengan misi untuk menangani investasi berkelanjutan pada skala perkotaan. Oligo juga berkolaborasi dalam keahlian teknis, yakni ResourceCo Asia yang berpusat di Australia.
 
Dalam perencanaan yang ada saat ini, konsorsium yang telah memenangkan tender pada 2020 akan mengintegrasikan Material Recovery Facility, Anaerobic Digestion, dan RDF Power Plant untuk mengatasi masalah sampah yang menumpuk di Kota Tangerang.
 
Presiden Direktur Oligo Infrastructure Group, Cynthia Hendrayani menegaskan kembali komitmen mengatasi masalah sampah usai mengadakan pertemuan dengan DPRD Kota Tangerang. “Kami mendukung setiap proses yang ditetapkan oleh mitra kami Pemerintah Kota Tangerang dan menghargai setiap upaya untuk mendukung investasi perintis ini, terutama dalam membangun komunikasi awal dengan dewan kota,” kata Cynthia.
 
Menurut dia, para legislator sangat antusias selama audiensi membahas proyek PSEL ini. Mereka banyak mengajukan pertanyaan konstruktif serta sumbangsih pemikiran dalam memastikan proyek ini berprogres dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat.
 
“Dukungan dari anggota DPRD Kota Tangerang menciptakan suasana baru dalam proses negosiasi, kini terbukti inisiatif didukung baik oleh eksekutif maupun legislatif Kota Tangerang. Hal ini memberikan motivasi baru untuk mencapai komitmen yang mengikat secara hukum dalam waktu dekat,” ucap Cynthia
 
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, mengatakan anggota dewan telah bertemu dengan kementerian teknis dari pemerintah pusat untuk memahami dukungan dan perlindungan hukum yang diberikan terhadap proyek semacam ini.
 
Gatot menyebut penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah yang baik mungkin mahal, tetapi diperlukan untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat, dengan mengurangi masalah kesehatan dan sosial di masa depan yang diciptakan oleh tumpukan sampah di tempat-tempat pembuangan sampah.
 
“Saat ini prosesnya sudah final, kalau tidak ada kendala, Pemkot dan konsorsium pemenang lelang bisa resmi mencapai kesepakatan. Saya yakin, prosesnya sudah hampir selesai, dan masyarakat Tangerang segera memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang bisa dibanggakan,” ujar Gatot.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.