Review Film Clifford the Big Red Dog (2021)

Review Film Clifford the Big Red Dog (2021)

Akan selalu ada film keluarga yang memanfaatkan momen liburan akhir tahun, Clifford the Big Red Dog salah satunya. Tim penulis sepertinya takmenawarkan banyak hal baru dan menggunakan formula film keluarga yang kerap kita temui. Hal ini pun layaknya pedang bermata dua.

Tentunya, waktu menonton sinema bersama keluarga takselalu harus dihabiskan dengan kisah pahlawan super mengalahkan musuhnya dengan kekerasan, bukan? Oleh sebab itu, film keluarga baru akan selalu dibutuhkan sebagai penyeimbang, terutama pada saat liburan ini. Belum lagi kita harus menghitung dunia sinema yang masih perlahan-lahan memulihkan diri dari pandemi yang masih berlangsung.

Di tengah masifnya film-film pahlawan super yang menjangkau hampir semua umur, opsi tontonan di bioskop harus selalu ada. Takhanya bagi orang dewasa, tetapi untuk anak-anak juga harus selalu tersedia. Dalam segi ini, Clifford the Big Red Dog menawarkan opsi baru tersebut.

Kita memang telah melihat beberapa film animasi keluarga yang telah rilis beberapa bulan terakhir. Namun, nasib film keluarga aksi-langsung seperti Clifford masih belum banyak rilis semasa pandemi ini. Langkah Paramount merilis film ini pun patut diapresiasi.

Clifford the Big Red Dog diadaptasi dari serial buku anak berjudul sama yang ditulis oleh Norman Bridwell. Dalam menulis skenario ini, Jay Scherick, David Ronn, Blaise Hemingway, Justin Malen, dan Ellen Rapoport takbanyak memberikan inovasi. Kisah film ini pun layaknya film-film keluarga lainnya, yaitu menggunakan formula sama yang fokus pada protagonis filmnya yang melawan ketidakadilan terhadap dirinya.

Ada beberapa nilai menarik yang coba dibawa oleh tim penulis, seperti cara melawan perundungan dengan menjadi pribadi yang lebih besar. Ide ini pun dijadikan anomali untuk membesarkan Clifford, si anjing merah ajaib yang dipelihara oleh Emily (Darby Camp). Pembawaan nilai ini pun beberapa kali dipertegas dan memiliki resolusi yang cukup manis.

Camp tampil baik dalam memerankan Emily. Ia tampil lugas sebagai karakter utama dan apik sekali dalam melakukan pidato pada adegan terakhirnya. Begitu juga Izaac Wang yang penampilannya selalu menjadi pencuri adegan sebagai Owen. Namun, pembentukan karakternya terlalu stereotipikal, yakni anak Asia-Amerika cerdas yang kepintarannya digunakan untuk membantu karakter utama.

Sementara itu, banyak juga formula stereotipikal yang hadir dalam film ini, mulai dari karakterisasi hingga plot cerita. Mungkin, Clifford the Big Red Dog memang ingin hadir sebagai film yang biasa saja, yakni asal cukup untuk menghibur keluarga pada akhir pekan bersama di bioskop.

Ada beberapa usaha dari sosok Casey (Jack Whitehall) yang kerap menyelipkan candaan-candaan sedikit kompleks yang mungkin baru bisa diterima orang dewasa. Namun, sebagian besar usaha tersebut bisa dibilang gagal. Akhirnya, film ini akan jauh lebih efektif jika ditonton bersama anak.

Selain itu, salah satu unsur yang paling kurang dari film ini ialah antagonis, yang sekali lagi, terlalu stereotipikal. Kehadiran Lyfegro yang dipimpin oleh Tieran (Tony Hale) agak merusak waktu film yang seharusnya bisa digunakan untuk menguatkan koneksi antara Emily dan Clifford. Bagian ketika Clifford besar dikerubungi orang-orang yang merekamnya melalui ponsel terasa relevan dan mudah dinikmati.

Unsur lainnya mungkin efek visual yang buruk dari Clifford ketika menjadi anjing kecil. Sosoknya anjing merah ini ketika besar memang lucu dan membutuhkan efek visual, tetapi selagi masih kecil, proporsi badannya agak takseperti anak anjing. Hal ini agak mengganggu konstruksi ketika Emily melihatnya sebagai anak anjing paling lucu yang pernah ia lihat.

Keseluruhan, takada hal baru yang ditawarkan Clifford the Big Red Dog. Film ini efektif jika dinikmati tanpa ekspektasi dan bersama anak-anak untuk memberi nilai-nilai edukatif. Formulanya mudah dinikmati karena kerap kita temui dalam film-film keluarga lain, tetapi bisa jadi membosankan karena takbanyak menawarkan inovasi.

Baca juga: Cara Hidup Bahagia ala Pete Docter

Infografik Review Film Clifford the Big Red Dog (2021)

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Penyunting: Anggino Tambunan

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.