Libur Nataru Diprediksi Tak Berdampak bagi Perekonomian Daerah

Jakarta: Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) tak akan berdampak signifikan pada perekonomian Indonesia, utamanya di sejumlah daerah. Bahkan, menurutnya kinerja perekonomian tak akan jauh berbeda bila pemerintah mengetatkan mobilitas masyarakat.
 
“Libur Nataru kan hanya beberapa hari di periode akhir triwulan IV, jika pembatasan dilakukan pun, saya kira dampaknya tidak akan signifikan terhadap pergerakan atau dinamika perekonomian daerah khususnya di triwulan IV,” tuturnya dikutip dari Mediaindonesia.com, Sabtu, 25 Desember 2021.
 
Namun demikian, Yusuf meyakini perekonomian daerah Indonesia masih akan tetap berada dalam zona positif. Itu karena aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat mengalami peningkatan setelah tertanganinya covid-19 varian delta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah daerah, lanjutnya, mesti bisa mempersiapkan kapasitas institusi untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan. Itu bertujuan agar aktivitas ekonomi dan pengendalian pandemi di masing-masing wilayah dapat berjalan beriringan.
 
“Di sisi lain, anggaran PEN untuk pemda perlu segera dipercepat untuk dicairkan karena di dalamnya ada beberapa pos penting untuk penanganan covid-19, termasuk di dalamnya vaksin, testing, tracing, dan isolasi,” pungkas Yusuf.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *