Sinopsis dan Review Film The Matrix Resurrections (2021)

Neo menjalani kehidupan normal dan menganggap dunia Matrix hanyalah berdasarkan mimpinya yang diwujudkan olehnya menjadi video game populer. Tetapi semua berubah ketika Morpheus versi baru muncul dan membawanya kembali ke dunia Matrix untuk bisa bersatu lagi dengan Trinity.

The Matrix Resurrections adalah film action fiksi ilmiah karya Lana Wachowski yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 22 Desember 2021. Menjadi film keempat dalam franchise The Matrix, kali ini Lana tidak ditemani saudarinya Lilly di kursi sutradara dimana film ini hampir gagal diselesaikan setelah menjalani setengah proses syuting akibat pandemi Covid-19.

Apa yang kita harapkan dari film yang kembali menampilkan Keanu Reeves dan Carrie-Anne Moss ini? Tentunya adegan action spektakuler dan cerita yang bisa mengobati kekecewaan kita pada film The Matrix Revolutions (2003) dahulu. Sudah siap untuk kembali ke dunia Matrix? Baca dulu review berikut sebelum kembali menelusuri dunia penuh ambiguitas ini.

Sinopsis

The Matrix Resurrections (2021)_
  • Tahun: 2021
  • Genre: Action, Sci-Fi
  • Produksi: Village Roadshow Pictures
  • Sutradara: Lana Wachowski
  • Pemeran: Keanu Reeves, Carrie-Anne Moss, Yahya Abdul-Mateen II

Neo kini hidup normal sebagai Thomas Anderson, pencipta video game populer The Matrix yang sudah menjadi trilogi. Dia sering mengunjungi kedai kopi hanya untuk melihat seorang wanita dengan dua anak yang mengingatkannya akan Trinity.

Thomas juga sering mengunjungi psikiater karena seringkali tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, sehingga sering diberikan obat berupa kapsul biru.

Thomas sering menggunakan sistem Matrix lama untuk menciptakan modul dalam game-nya tapi kemudian dihapus oleh Smith, partner bisnisnya yang selalu mendesaknya untuk membuat video game lanjutan sebelum pihak Warner Bros. membuatnya tanpa keterlibatan mereka.

Thomas kemudian bertemu dengan Morpheus dan diberitahu bahwa dia hidup dalam dunia simulasi ciptaan Smith yang ternyata adalah Agen Smith yang mengejar Neo dahulu. Morpheus kembali memberikan pilihan untuk mengambil kapsul merah atau biru untuk Thomas kembali ke dunia sebenarnya, yaitu Matrix sebagai Neo.

Neo terbangun di dalam sebuah pod. Dia dibebaskan oleh mesin yang loyal kepada manusia dan sekilas melihat Trinity di pod lain saat hendak dibawa pergi.

Neo dibawa ke kapal Mnemosyne yang dipimpin oleh Kapten Bugs yang akan mengantarkannya ke Io, kota umat manusia yang dipimpin oleh Niobe. Dari Niobe, Neo mendapat penjelasan tentang dunia yang telah ditinggalkannya selama 60 tahun tersebut.

Neo bermaksud hendak membebaskan Trinity dari pod, tetapi dia diperingatkan oleh Sati, karena itu terlalu berbahaya. Niobe memerintahkan mereka tetap di luar dunia Matrix, tetapi justru mereka melakukan sebaliknya dan berjumpa dengan Agen Smith beserta program tua lainnya yang selamat dari penghapusan yang ingin dunia Matrix kembali seperti dulu.

Saat bertarung dengan Smith, Neo menemukan kembali kekuatannya yang telah lama hilang. Setelah berhasil mengalahkan Smith, Neo dan rekan-rekannya menemui Tiffany, nama alias Trinity, tapi kemudian perbincangan mereka dipotong oleh psikiater yang ternyata adalah seorang programer berjuluk The Analyst yang memiliki kekuatan bisa bergerak lebih cepat daripada Neo.

The Analyst meminta Neo untuk kembali ke podnya agar keseimbangan Matrix rekaannya kembali stabil setelah membeberkan dengan panjang lebar siapa dirinya dan apa yang dia lakukan dengan dunia Matrix. Neo mengabarkan kepada Niobe semua yang dia tahu dari The Analyst yang membawa Niobe dan seluruh pasukannya bergerak untuk membantu Neo menyelamatkan Trinity.

Dengan skema dari Sati, satu kelompok mengeluarkan Trinity dari pod dan kelompok lain membantu Neo di dunia Matrix untuk bernegosiasi dengan The Analyst perihal status Trinity.

Di sebuah lokasi yang dipenuhi oleh beragam pasukan, Neo dan Trinity bertemu, tapi Trinity dibujuk oleh suami dan kedua anaknya untuk pergi dari situ yang efeknya kemungkinan Trinity bisa lepas dari pod kecil sekali.

Akankah Neo dan Trinity bisa bersatu kembali dan mengalahkan The Analyst? Bagaimana nasib dunia Matrix selanjutnya? Semakin penasaran, kan? Tonton filmnya sampai selesai dan kita akan mendapatkan semua jawaban akan rasa penasaran kita itu.

Sarat Adegan Nostalgia

Sarat Adegan Nostalgia_

Di setengah awal film, kita akan banyak menemukan kesamaan alur cerita dengan film The Matrix hanya dengan suguhan yang sedikit berbeda.

Baca juga:

Banyak cuplikan adegan dari tiga film sebelumnya, baik yang memotong adegan atau ditampilkan dalam layar lain yang disaksikan oleh Neo, seolah mencoba menyegarkan kembali ingatan kita tentang dunia Matrix dan membuka perasaan nostalgia.

Naskah yang ditulis oleh Lana Wachowski, David Mitchell dan Aleksandar Hermon ini kembali menyuguhkan dialog yang penuh filosofi dan penjelasan ilmiah dari dunia Matrix.

Tapi kali ini sepertinya dosis yang disuntikan terlalu banyak sehingga membuat ritme film terasa lambat dengan dipaksakannya kita untuk mengerti apa yang para karakternya jelaskan tentang perubahan dunia Matrix sepeninggal Neo.

Nyaris seluruh karakter menjabarkan apa yang mereka tahu tentang dunia Matrix kepada Neo yang harus bisa mencernanya hanya dalam sekali telan dalam film berdurasi 2 jam 28 menit ini.

Jika masih belum puas mendapat penjelasan dari para rekan seperjuangan Neo, kita pun mendapat kuliah singkat dan padat dari The Analyst sambil dia mempraktikkan kemampuan supernya kepada Neo dan Trinity.

Mungkin karena pemeran The Analyst adalah Neil Patrick Harris, penjelasan yang dia paparkan terkesan seperti materi komedi seorang komika.

Sedangkan skema penyelamatan Trinity yang dijabarkan oleh Priyanka Chopra Jonas sebagai Sati bernuansa sentimentil seolah-olah ini adalah usaha terakhir mereka yang bila gagal mereka akan punah semua dan dunia yang mereka kenal akan hilang selamanya.

Adegan Aksi Spektakuler Pemicu Adrenalin

Adegan Aksi Spektakuler Pemicu Adrenalin_

Sama seperti tiga film sebelumnya, kita pun pasti menunggu adegan aksi apa lagi yang akan dipamerkan oleh Lana Wachowski kali ini. Di awal film hingga lewat setengahnya, kita tidak akan menemukan hal baru yang bisa membuat kita tercengang, semua seperti rangkuman adegan action dari tiga film sebelumnya, baik special effect maupun koreografi perkelahiannya.

Tapi ketika Neo dan Trinity sudah bersatu, di sinilah dimulainya kedahsyatan adegan action pemacu adrenalin khas Wachowski bersaudari hadir kembali. Adegan aksi pamungkas ini disajikan dalam tempo yang cepat, meski tetap mengandalkan efek slow motion untuk membuat kita terpana.

Orang-orang yang terjun dari atas gedung dalam kecepatan tinggi menimbulkan efek mengerikan yang sangat. Lalu kekuatan Neo yang bisa mencegah peluru dan menjungkir-balikkan mobil-mobil yang menghalanginya membuktikan kemajuan teknologi perfilman yang mutakhir. Dan jangan lupakan juga polesan sinematografi apik yang bisa membuat kita tenggelam dalam dunia Matrix ini.

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film The Matrix Revolutions (2003)

Kisah Cinta Neo dan Trinity

Kisah Cinta Neo dan Trinity_

The Matrix Resurrections memiliki tujuan yang berbeda bagi Neo dibandingkan dengan tiga film sebelumnya. Jika dahulu dia mencari pembuktian untuk meyakinkan diri bahwa dia adalah “the chosen one”, maka kali ini tidak diungkit-ungkit lagi. Tujuan Neo hanya satu, yaitu menyatukan cintanya dengan Trinity. Itu saja!

Jika dahulu bumbu romantis hanya menjadi pelengkap kisah petualangan Neo, maka kini berbalik, petualangan Neo hanyalah menjadi pelengkap nuansa romantis yang sudah tercipta sejak Thomas bertemu dengan Tiffany di kedai kopi dan saling berkenalan. Pertemuan-pertemuan mereka berikutnya semakin menguatkan kesan romantis lewat kalimat-kalimat indah nan ilmiah yang terucap.

The Matrix Resurrections seolah menjadi penebus kesalahan akhir cerita dalam The Matrix Revolutions yang memberikan kesan bahwa Neo kalah. Padahal setelahnya, diceritakan di film ini, banyak perubahan positif yang terjadi setelah hilangnya Neo, tapi Neo sendiri terperangkap di dunia rekaan The Analyst tanpa dia sadari.

Seperti analisa The Analsyt, bersatunya Neo dan Trinity adalah kekuatan terbesar di dunia Matrix, dimana berhasil mereka berdua buktikan dengan menggabungkan kekuatan yang membuat mereka tak terkalahkan.

Setelah berkali-kali Neo dan Trinity dihidupkan lalu dimatikan lagi, tapi mereka tidak pernah bertemu sesuai penuturan The Analyst, pada akhirnya, dunia Matrix menjadi milik mereka.

Bagi fans setia The Matrix, selain ini menjadi film yang wajib ditonton, rasa kecewa kalian akan terhapuskan dan dahaga penantian 18 tahun terpenuhkan sudah. Dan bagi yang belum menonton trilogy-nya, tidak perlu khawatir karena semua akan dijelaskan kembali di dalam film yang syutingnya berbarengan dengan film Venom: Let There Be Carnage ini.

Jadi, sudah siap berpetualang lagi dengan Neo dalam mengejar cintanya? Sudah siap, dong! Segera tonton filmnya, ya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *