Sahroni Minta Polri Gencar Memberantas Jaringan Mafia Tanah

Jakarta: Polri diminta memberantas jaringan mafia tanah. Korps Bhayangkara harus bekerja maksimal demi mencegah para mafia tanah beraksi lagi.
 
“Kasus mafia tanah ini nyata, keberadaannya sangat meresahkan masyarakat, karena tidak sedikit laporan yang masuk terkait hal ini,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulis, Jumat, 24 Desember 2021.
 
Politikus Partai NasDem itu menyebut pergerakan mafia tanah mengkhawatirkan. Berdasarkan catatan Ombudsman RI, jumlah laporan terkait mafia tanah mencapai 2.000 per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Ini tentunya insiden yang memprihatinkan dan polisi wajib mengusut dan menjaring para mafia tanah ini hingga tuntas. Tidak hanya di Jakarta, namun juga di berbagai daerah lainnya,” ungkap dia.
 
Baca: Ghozali Bantah Dibekingi Agung Sedayu dalam Kasus Tanah di Tangerang
 
Dia meyakini mafia tanah memiliki jaringan tersendiri menjalankan aksinya. Dia meminta agar semua pihak terlibat segera ditindak.
 
“Saya meminta pada Bareskrim Polri agar usut tuntas semuanya, dan tangkap seluruh jaringannya,” sebut Sahroni
 
Selain itu, Polri diminta berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain dalam mengusut mafia tanah. Hal itu perlu dilakukan agar upaya memberantas mafia tanah lebih maksimal.
 
“Agar upaya penelusurannya maksimal,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan 10 tersangka terkait kasus mafia tanah di Cakung, Jakarta Timur. Dari 10 tersangka yang berhasil dibekuk, sebanyak delapan orang merupakan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN), satu orang pensiunan pegawai BPN, dan satu lainnya warga sipil. 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *