Pemda Diminta Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Jakarta: Pemerintah daerah (pemda) diminta mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat yang berpotensi kerumunan dan kegiatan publik. Hal itu dilakukan karena adanya potensi penyebaran varian baru covid-19, omicron. 
 
Hal ini tertulis dalam Surat Edaran (SE) Nomor 440/7183/SJ tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Varian Omicron serta Penegakan Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan PeduliLindungi wajib diberlakukan di sejumlah tempat.
 
“Di fasilitas umum, fasilitas hiburan, pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat wisata serta pusat keramaian,” demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani Mendagri, seperti dikutip, Kamis, 23 Desember 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Firli Bahuri: 508 Kepala Daerah Bantu KPK Mencegah Korupsi
 
Selain itu, pemerintah daerah diminta menegakkan penggunaan PeduliLindungi dengan menerbitkan peraturan kepala daerah. Peraturan itu diharap mengatur sanksi tegas bagi penyelenggara tempat kegiatan publik emoh menggunakan PeduliLindungi.
 
“Pemberian sanksi di antaranya pencabutan sementara atau tetap terhadap izin operasional tempat usaha tersebut,” bunyi instruksi Mendagri.
 
Dalam langkah pencegahan, daerah diinstruksikan mengintensifkan tes dan pelacakan kontak erat covid-19. Hal ini guna menemukan kasus dan mencegah penularan lebih cepat di tingkat komunitas.
 
“Menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat serta mempertimbangkan faktor ventilasi, udara, durasi, dan jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan,” tulis Mendagri.
 
Kapasitas rumah sakit rujukan khusus covid-19 perlu diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kasus. Pemda juga didesak mempercepat pencapaian target vaksinasi termasuk melakukan vaksinasi terhadap anak.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *