Sinopsis & Review Takt Op. Destiny (2021), Dunia Tanpa Musik

Takt Op. Destiny (2021) adalah anime original karya Yoshimura Kiyoko dan sebuah proyek kolaborasi yang diproduksi oleh Madhouse dan MAPPA.

Madhouse dikenal telah membuat banyak anime dengan kualitas yang bagus seperti Death Note, Wolf Children dan One-Punch Man. Sedangkan MAPPA dikenal telah memproduksi anime yang tak kalah bagus yaitu Attack on Titan, Jujutsu Kaisen, Kakegurui dan The Gymnastics Samurai.

Anime yang yang menceritakan tentang sebuah dunia di masa depan pada tahun 2047 dunia di masa depan kehilangan musik. Masyarakat sudah tidak bisa bermain atau mendengarkan musik lagi karena monster yang membenci musik.

Untuk memerangi para monster tersebut, terciptalah gadis-gadis yang dikenal dengan Musicart dan yang memimpinnya dikenal dengan Konduktor. Adalah Asahina Takt dan Unmei yang merupakan salah satu dari beberapa konduktor dan musicart yang memerangi para monster yang dikenal dengan sebutan monster D2.

Kira-kira bagaimana perjuangan Takt dan Unmei dalam melawan monster D2 tersebut? Berikut ini sinopsis dan review nya Takt Op. Destiny (2021).

  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Action, Fantasy, Music
  • Produksi: Madhouse, MAPPA
  • Sutradara: Itou Yuuki
  • Pengisi Suara: Uchiyama Kouki, Wakayama Shion

Sinopsis

Tayang tahun 2021, Takt Op. Destiny (2021) sebuah anime yang sangat diikuti. Jika kamu penasaran dengan sinopsis di setiap episodenya, bisa langsung simak di bawah ini:

Episode 1-9

Review Takt Op. Destiny

Asahina Takt (Uchiyama Kouki) bersama dengan Schneider Anna (Hondo Kaede) dan Unmei (Wakayama Shion) pergi menuju New York. Takt yang terobsesi dengan musik mulai memainkan piano yang menyebabkan para monster D2 menyerang mereka dan menghambat perjalanan menuju New York.

Takt dan Unmei menyerang balik para monster D2 yang ada di dekat mereka. Takt bermain piano, sengaja untuk menarik para monster D2 keluar. Para monster dikendalikan dan tertarik pada batu hitam. Takt memanggil Unmei dan terjadilah pertempuran yang cukup sengit. Berhasil menghancurkan batu tersebut akhirnya Takt dan yang lainnya bisa melanjutkan perjalanan mereka.

Sebuah kilas balik tentang kenangan ketika ayahnya Takt meninggal dan Takt tinggal bersama Anna dan saudara perempuannya Cosette. Suatu hari, ada sebuah pesta Symphonica di kota, Cosette bersikeras mengajak Takt untuk menampilkan kemampuan bermain pianonya di depan umum. Kemudian Takt pun akhirnya datang dan bermain piano bersama Cosette.

Tapi, tiba-tiba kota diserang oleh monster D2 yang menyebabkan tangan kanan Takt terlupa parah dan Cosette meninggal. Suatu kejadian tak terduga terjadi, saat Cosette meniggal, Kalung yang dikenalan oleh Cosette membuat ia bereinkarnasi dan berubah menjadi sosok Unmei. Saat itu, Unmei menggigit tangan kanan Takt yang terluka kemudian memberikan Takt sebuah tongkat konduktor.

Takt dan Unmei bersama-sama menghancurkan para monster D2, namun jumlah mereka semakin banyak. Takt dan Unemi pingsan, kemudian datanglah Lenny (Hino Satoshi) dan Musicart Titan (Ito Miku) menolong mereka dan menghancurkan para monster.

Keesokan harinya Takt dan Unmei tersadar, namun Unmei tidak mengingat kehidupan dirinya saat menjadi Cosette. Lenny pun menjelaskan, hal tersebut terjadi karena Unmei menjadi seorang Musicart dengan cara yang berbeda sehingga kondisi Unmei tidak stabil. Lenny menyarankan mereka untuk pergi ke Symphonica yang ada di New York untuk melakukan perawatan.

Dalam perjalanan menuju Las Vegas, Lenny mengajarkan Takt dan Unmei dalam kolaborasi bertempur melawan D2.  Mereka bertemu dengan Jonathan yang merupakan temannya Lenny.

Pada malam harinya, Unmei mendeteksi adanya pergerakan dari D2 yang muncul di sebuah casino tersembunyi. Unmei pun mulai melawan D2 bersama dengan Lenny yang ternyata sudah ada di sana lebih dulu.

Keesokan harinya, Takt, Unmei, Anna berpisah dengan Lenny dan Titan. Dalam perjalanan menuju New Orleans tiba-tiba ada pergerakan D2, Unmei dan Takt pun langsung melawan.

Baca juga:

Di sana ia bertemu dengan Felix Shindler (Namikawa Daisuke) yang merupakan anggota New York Symphonica. Felix kemudian mengajak Takt dan yang lainnya ikut bersama menaiki kereta sampai ke kota tujuan mereka karena kebetulan perjalanan Felix pun satu arah dengan Takt.

Felix mencari tahu identitas Takt dan Unmei, karena mereka tidak terdaftar ke dalam Konduktor dan Musicart. Setelah mengetahui identitas Takt yang sesungguhnya, Felix mengajak Takt dan Unmei bergabung dengannya, namun ditolak oleh Takt.

Setibanya mereka di New Orleans, mereka menemukan beberapa orang tua dan Takt menemukan sebuah bar tersembunyi yang menyalakan musik.

Pemilik bar yang mengetahui kalau Takt adalah anak dari Ashiana Kenji mengajaknya ke basement, kemudian Takt memainkan musik Rhapsody in Blue dengan piano. Setelah mengunjungi New Orlean, Takt berencana untuk menciptakan sebuah musik.

Takt sadar, kalau cara Unmei berkomunikasi semakin berkembang, begitu pula dengan sikapnya Unmei yang terlihat lebih manusiawi. Unmei ikut membantu Takt dalam pembuatan musik dengan cara mencarikannya sebuah pianika, karena Unmei menyukai Takt ketika bermain musik.

Sementara itu di New York, Sagan (Hanawa Eiji) melarang Felix mengganggu Takt karena Sagan yakin, kalau Takt bisa membangkitkan kembali musik.

D2 kembali menyerang kota, tapi Unmei mendeteksi kalau banyak D2 yang berkumpul di gunung yang dekat dengan mereka. Takt dan Unmei pun menyelidiki hal tersebut, tapi di sana mereka menemukan Felix dan Jigoku yang membangkitkan D2. Dan Felix jugalah yang membangkitkan D2 di kota tempat tinggal Takt yang menyebabkan Cosette meninggal.

Amarah Takt tersulut, kemudian tanpa rencana matang ia menyerang felix yang menyebabkan Takt terluka akibat serangan balik dari Jigoku. Unmei pun membawa Takt menjauh untuk memulihkannya. Sementara itu Lenny dan Titan tiba di kota tempat Takt dan Unmei berada, memberitahukan Anna kalau mereka harus pergi dari kota tersebut karena Takt sedang diincar oleh Felix.

Unmei kembali menyerang Jigoku, dibantu oleh Lenny dan Titan yang baru tiba disana. Pertempuran pun terjadi, kemudian dihentikan oleh Tengoku (Minase Inori) dan memberitahukan kalau Felix diberhentikan dari posisinya.

Jigoku kemudian mengikuti Tengoku dan meninggalkan Felix yang telah dipermalukan. Akibat dari pertempuran tersebut, kondisi tangan kanan Takt semakin memburuk.

Takt, Unmei dan Anna tiba di New York dan bertemu dengan keluarga Anna di sana termasuk Lotte. Lotte memeriksa kondisi tangan kanan Takt dan juga memeriksa Unmei.

Lotte menyimpulkan, bahwa Takt dan Unmei memiliki sebuah simbiosis yang sulit untuk dirubah. Dan satu-satunya cara untuk menghentikan keadaan yang semakin buruk adalah dengan tidak bertempur kembali.

Anna dan Lotte mengajak Unmei dan Takt berkeliling di sekitar kota. Kemudian Anna dan Lotte dengan sengaja meninggalkan Takt dan Unmei supaya bisa menghabiskan waktu berdua.

Dalam perjalanan pulang, Unmei mendeteksi keberadaan D2. Kemudian Lenny mengabari Tak dan yang lainnya untuk mengevakuasi New York. Lenny pun akhirnya memberitahu Takt tentang insiden sesungguhya yang melibatkan kematian ayahnya 10 tahun yang lalu.

Episode 10

Takt Op Destiny Ep 10

Berawal dengan flashback, ketika Lenny melihat Kenji Asahina yang sedang memainkan musik. Ia menganggap musik yang dimainkan oleh Kenji merupakan sebuah cahaya bagi orang banyak. Namun, ia terbangun ketika di dalam mimpinya ia melihat kembali kejadian insiden Boston 10 tahun yang lalu.

Takt dan Unmei sudah berjanji bertemu dengan Lenny dan Titan. Lenny berjanji akan menceritakan tentang kejadian 10 tahun yang lalu menyangkut tentang kematian ayahnya Takt. Namun, pembicaraan tersebut terganggu oleh kedatangan Sagan.

Sagan menyebutkan, kalau Lenny ada ditempat kejadian ketika tragedi 10 tahun yang lalu. Lenny lalu memberitahu Takt kalau ia adalah murid sekaligus temannya Kenji, ayahnya Takt. Lenny direkrut oleh Sagan untuk berjuang bersama Symphonica, namun karena kecurigaan Lenny terhadap motif Sagan, ia tidak melanjutkan kerjasamanya.

Kemudian Sagan tiba-tiba memerintahkan Tengoku dan Jigoku untuk menyerang mereka karena Lenny sekarang bukan temannya lagi. Sehingga, terjadilah pertempuran yang sengit antara Titan, Unmei dengan Tengoku dan Jigoku.

Tenaga Takt semakin terkuras karena pertempuran yang sengit tersebut, sehingga ia terjatuh dan Unmei pun melemah. Lenny berusaha melindungi Takt dan terluka parah karena ditembak oleh Tengoku. Sagan mengatakan kalau Lenny bertanggung jawab atas kejadian 10 tahun yang lalu di Boston.

Lenny yang masih mau berjuang mengeluarkan semua kekuatan penuh Titan. Perjuangan tersebut membuahkan hasil, karena Sagan bersama dua musicart nya mundur dan mengalami luka juga. Lenny mengatakan kepada Takt kalau ia merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan ayahnya, namun dengan kejadian ini Lenny merasa lega karena bisa melepaskan rasa bersalahnya itu.

Takt mengatakan kalau ia sedang membuat musik, semua pengalamannya bersama Lenny akan ia masukkan ke dalam musik yang ia buat. Takt berjanji, di masa depan ia akan memainkan musik itu. Kemudian Lenny pun meninggal.

Episode 11

Takt Op Destiny Ep 11

Melihat kondisi Takt dan Unmei yang sangat buruk, Lotte mengusulkan untuk membuat Takt dan Unmei dalam keadaan kriogenik sampai Lotte bisa menemukan obat untuk mereka.

Sementara itu, Sagan yang berada di suatu tempat di Symphonica New York, menusukkan tangannya ke kristal batu hitam Siderite yang menyebabkan batu itu tumbuh membesar dan banyak bermunculan D2.

Titan dan Unmei memberitahu Takt yang baru saja tersadar kembali kalau Anna belum kembali dari Symphonica. Melihat berita tentang meletusnya batu hitam di tempat tersebut, Takt, Unmei dan Titan pergi ke Symphonica untuk menyelamatkan Anna dan Lotte.

Banyak Musicart yang berusaha menahan D2 menyerang kota termasuk salah satunya Valkyrie, musicart yang pernah bertemu dengan Takt, Unmei dan Anna. Sesampainya Takt, Unmei dan Titan  di Symphonica, mereka langsung disambut oleh D2 dengan jumlah yang banyak dan bermunculan tiada henti.

Sementara Takt dan Unmei berjuang untuk menghancurkan D2, kondisi Takt semakin melemah dan jatuh pingsan. Valkyrie yang bertemu dengan Anna juga Lotte, berhasil melindungi mereka dan bertemu dengan Takt, Unmei dan juga Titan.

Kemudian Takt meminta Titan untuk menyelamatkan Anna dan yang lainnya. Sementara ia dan Unmei akan pergi mencari Sagan. Ketika sampai di suatu ruangan, ia bertemu dengan Musicart milik Sagan, Jigoku dan Tengoku. Tiba-tiba Jigoku dan Tengoku menusukkan diri mereka bersamaan dengan garpu tala. Tiba-tiba Jigoku dan Tengko melebur kemudian mereka bersatu menjadi Musicart Orpheus.

Kisah Takt yang Menjadi Seorang Konduktor

Kisah Takt yang Menjadi Seorang Konduktor

Anime Takt Op. Destiny (2021) berpusat pada kisah Asahina Takt, atau biasa dipanggil Takt semula adalah seorang manusia biasa. Sedari kecil ia sudah menyukai musik karena ayahnya yang merupakan seorang pemusik. Namun ketika ada serangan monster D2, dunia mulai kehilangan musik, karena monster D2 tidak menyukai musik dan akan menghancurkannya.

Suatu ketika Takt dan Cosette memainkan piano di suatu acara, tiba-tiba diserang oleh D2 yang mengakibatkan Cosette meninggal. Tapi setelah itu terjadi sebuah keajaiban dimana Cosette berubah menjadi seorang Musicart dan Takt menjadi seorang Konduktor. Tugas Konduktor dan Musicart adalah untuk menghancurkan monster D2 yang menyerang dunia.

Awalnya Takt dan Cosette yang kini dikenal dengan nama Unmei masih belum terbiasa. Ketika Takt bertemu dengan Lenny dan belajar menjadi seorang Konduktor yang baik, akhirnya Takt dan Unmei mulai bisa berharmonisasi dengan baik.

Tidak hanya itu, karakter Takt dan Unmei pun masing-masing berkembang menjadi saling mengerti satu sama lain. Meskipun beberapa kali masih suka ribut mengenai hal-hal kecil.

Anime Action yang berbeda dari Biasanya

Anime Action yang berbeda dari Biasanya

Anime dengan genre  action umumnya sering memunculkan adegan kekerasan atau pertarungan baik menggunakan alat ataupun dengan tangan kosong.

Khususnya ketika melawan musuh yang merupakan alien biasanya menggunakan berbagai macam alat canggih. Tapi, berbeda dengan anime Takt Op. Destiny  (2021) yang bisa dibilang adegan pertarungan di anime ini cukup mainstream.

Ketika para karakter melawan musuh alien yang dikenal dengan sebutan D2, mereka menggunakan kekuatan musik untuk melawan monster D2 tersebut. Para pahlawan ini biasanya dikenal dengan sebutan Konduktor dan Musicart.

Tugas Konduktor adalah mengatur strategi untuk melawan musuh dengan menciptakan sebuah harmonisasi musik. Sedangkan Musicart bertugas untuk menyerang  D2 dengan mengikuti instruksi dari Konduktornya.

Visualisasi dan Musik yang Serasi

Visualisasi dan Musik yang Serasi

Dalam durasi 23 menit di setiap episodenya, dengan kolaborasi dari MAPPA dan Madhouse para penonton akan dimanjakan dengan visual yang sudah tidak diragukan lagi. Animasi yang indah dengan detail di setiap adegannya, terutama ketika adegan pertarungannya yang  memukau.

Selain animasi yang bagus, musik yang mengiringinya pun sangat cocok yang umumnya musik yang ditunjukan di anime Takt Op. Destiny  (2021) ini adalah musik klasik.

Baik backsound, opening song dan ending song pun enak didengarkan. Untuk opening song, lagunya dibawakan oleh Ryo dari band Supercell feat Mafumafu dan Gaku. Sedangkan untuk ending song nya dibawakan oleh Mika Nakashima.

Sejauh ini anime Takt Op. Destiny (2021) sudah rilis sebanyak 9 episode dari 12 episode. Anime ini bisa ditonton di situs resmi iQIYI yang tayang setiap hari selasa. Kira-kira bagaimanakah kelanjutan perjuangan Takt dan Unmei dalam melawan monster D2? Jangan lupa untuk terus pantau kelanjutan kisah perjuangan Takt dan Unmei dalam melawan monster D2 hanya di bacaterus!

Pertempuran Sengit Sesama Musicart

Pertempuran Sengit Sesama Musicart

Pada episode kali ini, para penonton masih disuguhkan visualisasi yang memukau. Terutama ketika scene pertempuran antara Titan, Unmei dengan Tengoku dan Jigoku. Meskipun pada scene tersebut terlihat cepat, namun detail visualnya tetap dipertahankan.

Cerita kali ini lebih fokus kepada kisah Lenny yang teringat dengan masa lalunya dan rasa bersalahnya karena tidak bisa menyelamatkan ayahnya Takt. Untuk menebus rasa bersalahnya itu, Lenny mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Takt dari serangan Tengoku.

Di episode kali ini ceritanya cukup sedih, apalagi pada scene ketika Lenny dan Titan saling berjanji akan saling tersenyum dan ketika Lenny meninggal. Tapi, diakhir cerita diperlihatkan Lenny bertemu kembali dengan ayahnya Takt di kehidupan yang berbeda. Lenny pun merasa bahagia karena bisa bertemu kembali dengan ayahnya Takt.

Selain itu, di episode kali ini juga diperlihatkan hubungan Takt dan Unmei sudah semakin akrab. Kolaborasi pertempuran mereka pun semakin meningkat. Walaupun Takt belum bisa sepenuhnya mengontrol energinya, sampai-sampai ia kembali terjatuh ketika akan mengeluarkan kekuatan yang lebih besar.

Pertempuran yang Sesungguhnya Baru Akan Dimulai

Pertempuran yang Sesungguhnya Baru Akan Dimulai

Di episode kali ini, Titan dan Unmei kembali bertarung melawan D2 dengan jumlah yang banyak. Meski kondisi Takt semakin kritis, tapi Takt ingin melindungi musik dengan cara mengalahkan Sagan dan melawan D2 juga musuh lainnya. Disini juga kita kembali diperlihatkan dengan sinematografi yang indah, menyegarkan dan enak dipandang mata.

Nyatanya, meski Takt dan Unmei berhasil memberantas banyak D2, tapi ternyata itu hanyalah segerombolan D2 kecil sebagai permulaan pertempuran yang sesungguhnya. Karena Tengoku dan Jigoku yang kini telah bersatu dan tercipta Musicart baru yang bernama Orpheus. Kira-kira bagaimanakah perjuangan Takt dan Unmeil melawan Orpheus?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.