BoJ: Industri yang Bertransisi ke Bisnis Hijau Perlu Diberi Pembiayaan

Tokyo: Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda menekankan pentingnya untuk memberikan pembiayaan kepada industri yang membutuhkan waktu lama untuk bertransisi menuju operasi lebih hijau. Hal tersebut penting guna memberikan efek positif terhadap upaya mengurangi emisi karbon.
 
“Meskipun menanggapi perubahan iklim adalah prioritas yang mendesak, penyelesaian dekarbonisasi penuh akan memakan waktu cukup lama,” kata Kuroda, dalam pidato yang disampaikan di forum online Paris Europlace, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 30 November 2021.
 
“Dalam mempromosikan dekarbonisasi ekonomi secara keseluruhan, penting untuk memberikan dukungan yang stabil untuk perubahan struktural di sektor dan industri di mana dekarbonisasi akan sulit dicapai dalam waktu singkat,” tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Pemerintah Jepang akan mengumumkan anggaran tambahan pertamanya untuk tahun fiskal ini yang berakhir Maret guna mengurangi dampak negatif pandemi covid-19. Hal itu dengan pengeluaran senilai 36 triliun yen (USD312,04 miliar).
 
“Kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida diperkirakan menyetujui rencana anggaran termasuk penerbitan obligasi pemerintah tambahan sebesar 22,1 triliun yen,” ungkap rancangan tersebut.

Fumio Kishida

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengumumkan rekor stimulus USD490 miliar untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut. Kucuran stimulus bagi ekonomi Jepang ini untuk menopang pemulihan pandemi yang tidak merata di negara itu.
 
Suntikan sebesar 56 triliun yen ini merupakan yang ketiga sejak krisis covid-19 melanda tahun lalu serta diharapkan akan disetujui oleh kabinet di kemudian hari. “Stimulus ini cukup untuk memberikan rasa aman dan harapan kepada rakyat Jepang,” kata Kishida.
 
Pengeluaran tersebut akan mencakup berbagai tindakan, termasuk pemberian uang tunai dan kupon kepada keluarga dengan anak di bawah 18 tahun yang memenuhi batas pendapatan, serta kenaikan gaji untuk perawat dan pekerja perawatan.
 
Rencana pengeluaran besar ini datang setelah ekonomi Jepang menyusut jauh lebih dari yang diharapkan pada kuartal kedua. Hal ini karena para pemimpin berjuang untuk mengatasi wabah dengan memberlakukan langkah-langkah penahanan di Tokyo dan kota-kota lain.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.