SAR Timika ingatkan pendulang emas Kali Kabur potensi sambaran petir

sudah dua kali diminta bantuan untuk mengevakuasi korban meninggal akibat tersambar petir

Timika (ANTARA) – Jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, Papua mengingatkan kepada pendulang emas tradisional yang melakukan aktivitas  di Kali Kabur agar lebih berhati-hati lantaran lokasi itu berpotensi terjadi sambaran petir saat turun hujan.

Kepala Kantor SAR Timika George Mercy L Randang di Timika, Minggu, mengatakan dalam tahun ini jajarannya sudah dua kali diminta bantuan untuk mengevakuasi korban meninggal akibat tersambar petir di lokasi pendulangan emas di Kali Kabur.

Terbaru, seorang pendulang bernama Leginus Maturan (32), meninggal dunia akibat tersambar petir di lokasi pendulangan di Mile 30, area Kali Kabur, Timika, Sabtu (27/11) petang.

“Dengan semakin banyaknya kejadian tersambar petir di lokasi pendulangan, warga harusnya lebih berhati-hati melakukan aktivitas di daerah itu supaya tidak jatuh korban lagi. Apalagi kondisi cuaca di Timika itu sulit diprediksi, terkadang panas terik, lalu seketika berubah menjadi hujan lebat disertai petir,” kata Mercy.

Dari pantauan kasat mata di lokasi pendulangan yang masuk dalam kawasan PT Freeport Indonesia itu, menurut Mercy, kondisinya cukup rawan terjadi petir saat hujan.

“Kelihatan sekali di wilayah yang padat pepohonan di area perbukitan saya melihat ada banyak pohon-pohon yang tumbang karena disambar petir. Berarti di lokasi itu memang sangat rawan petir,” ujarnya.

Selain rawan terjadi petir, kawasan pendulangan emas tradisional di sepanjang  Kali Kabur tersebut juga rawan bencana l longsor dan banjir bandang.

Dalam tahun ini saja sudah terjadi beberapa kali peristiwa pendulang emas terseret banjir bandang hingga meninggal dunia saat hendak menyeberang Kali Kabur.

Kasus meninggalnya pendulang bernama Leginus Maturan akibat tersambar petir di Mile 30 area Kali Kabur dilaporkan ke Kantor SAR Timika oleh seorang kerabat korban bernama Simon Rahayaan.

Korban diketahui tersambar petir pada Sabtu (27/11) petang saat hujan melanda kawasan Mile 30, sekitar pukul 16.00 WIT.

Jenazah korban baru bisa dievakuasi oleh tim gabungan terdiri atas Kantor SAR Timika dibantu pihak kepolisian setempat pada pukul 23.00 WIT.

Jenazah korban langsung dibawa ke rumahnya di wilayah Sempan, Timika.
Baca juga: Polres Mimika amankan lima pendulang emas yang terlibat bentrok
Baca juga: Kapolda Papua minta pendulang emas jangan masuk ke kawasan Kali Kabur
Baca juga: Papua Terkini – Panglima TNI bantu heli selidiki keberadaan pendulang

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.