Populer Ekonomi: Penghimpunan Dana di Pasar Modal RI Melonjak 300% hingga Obligor BLBI Diminta Melunasi Utang

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Kamis, 25 November, terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id. Berita itu mulai dari penghimpunan dana di pasar modal RI justru melonjak 300 persen meski dihantui tapering hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta debitur BLBI membayar utang.
 
Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Dihantui Tapering Off, Penghimpunan Dana di Pasar Modal RI Justru Melonjak 300%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal hingga 22 November 2021 mencapai Rp312,4 triliun. Angka tersebut meningkat 300,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.
 
Baca berita selengkapnya di sini

2. Pesan Sri Mulyani Buat Obligor/Debitur BLBI, Bayar Utang!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada para obligor dan debitur untuk menyelesaikan utangnya kepada negara melalui Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI). Ia juga meminta kepada obligor dan debitur beritikad baik membayar utangnya kepada negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini

3. Naik 67,8%, Realisasi Belanja Kesehatan Tembus Rp202 Triliun hingga Oktober 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi belanja kesehatan tercatat mencapai Rp202 triliun hingga akhir Oktober 2021. Realisasi belanja kesehatan ini mengalami kenaikan 67,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp120,3 triliun.
 
Baca berita selengkapnya di sini

4. Sandiaga: Produk Fesyen Makassar Berpeluang Tembus Pasar Internasional

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan produk fesyen di Makassar, Sulawesi Selatan, dapat menembus ke pasar domestik sekaligus hingga taraf internasional untuk kemudian menggerakan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.
 
Baca berita selengkapnya di sini

5. LIBOR Bakal Dihapus, Otoritas Keuangan dan Pelaku Pasar RI Bentuk NWGBR

Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) resmi membentuk National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *