Piala AFF 2020: Mengingat Edisi 2008, Timnas Indonesia Jago di Awal tapi Melempem di Akhir

Bola.net – Tidak lama lagi, Timnas Indonesia akan berkiprah di ajang Piala AFF 2020. Skuat Garuda telah menjalani serangkaian persiapan agar bisa keluar sebagai juara.

Berbicara napak tilas Timnas Indonesia di turnamen yang dulunya bernama Piala Tiger ini, tentu sudah melewati perjalanan berliku, terutama yang namanya kegagalan. Seperti yang terjadi pada Piala AFF edisi tahun 2008.

Berstatus tuan rumah di babak penyisihan, tim Merah-Putih pun mencanangkan kebangkitan setelah perjalanan terburuk di Piala AFF 2007. Sayangnya, Charis Yulianto dkk. hanya tampil apik di dua pertandingan awal penyisihan, sebelum melorot dan akhirnya terkapar di semifinal.

Timnas Indonesia menghibur pecinta sepak bola Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat menghadapi Myanmar di pertandingan pertama Grup A. Tiga pemain pilar Tim Garuda, Budi Sudarsono, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas, sukses membawa Tim Garuda menang telak 3-0.

Euforia pun berlanjut di pertandingan kedua. Para pendukung Timnas Indonesia sudah mengetahui bahwa tim kesayangan mereka akan kembali meraih kemenangan besar karena menghadapi Kamboja yang memang selalu kesulitan jika menghadapi Tim Garuda.

Budi Sudarsono menjadi pemain yang sangat disorot dalam pertandingan tersebut. Dalam 70 menit pemain Sriwijaya FC itu berhasil mencetak hattrick ke gawang Kamboja.

Budi memang menjadi pemain yang sangat ditakuti oleh Timnas Kamboja setelah pada Piala Kemerdekaan Indonesia 2008, gawang mereka bobol empat kali oleh Budi Sudarsono dalam pertandingan yang berakhir 7-0 untuk kemenangan Tim Garuda.

Bambang Pamungkas melengkapi kemenangan Timnas Indonesia menjadi 4-0 atas Kamboja dengan satu gol tambahan. Indonesia pun dipastikan lolos ke semifinal dan akan menentukan status juara grup atau runner-up ketika menghadapi Singapura di pertandingan terakhir babak grup.

Pendukung Timnas Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk menyaksikan laga semifinal yang mempertemukan tim kesayangan mereka dengan tim kuat Thailand. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi pertama Timnas Indonesia menyerah dari Thailand lewat gol tunggal Teerasil Dangda.

Asa sempat menggelora ketika Nova Arianto berhasil mencetak gol pembuka ketika leg kedua semifinal dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok empat hari kemudian. Sayangnya, gol sang stoper pada menit kesembilan itu tak berhasil menyelamatkan Tim Garuda. Thailand sukses dua kali menjebol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horizon melalui Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo.

Timnas Indonesia akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2008 dengan catatan yang sangat timpang di awal dan akhir. Dua kemenangan menghadapi Myanmar dan Kamboja di dua laga awal membuktikan bahwa tim asuhan Benny Dollo hanya mampu memberikan hiburan ketika menghadapi tim yang lebih lemah.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *