IHSG Perdagangan Pagi Ambruk

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi terpantau ambruk seiring minimnya katalis positif baik dari dalam maupun luar negeri. Indeks acuan saham Indonesia tak mampu menghijau di tengah prediksi The Fed memperbesar pengurangan pembelian aset dan menaikkan suku bunga lebih cepat.
 
IHSG Jumat, 26 November 2021, perdagangan pagi dibuka di posisi 6.688 dengan level tertinggi di 6.691 dan level terendah di 6.659. Sebanyak 145 saham menguat, sebanyak 232 saham tertekan, dan sebanyak 199 saham tidak diperdagangkan. Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 1,7 miliar lembar saham senilai Rp823 miliar.
 
Sementara itu, IHSG diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Kondisi tersebut patut diwaspadai oleh para investor guna mengamankan modal dan keuntungannya meski di sisi lain harus cermat melihat beberapa saham yang terdiskon untuk diakumulasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pasar regional pagi ini dibuka melemah, Nikkei dibuka turun 0,59 persen dan Kospi minus 0,24 persen. IHSG kami perkirakan bergerak melemah seiring melemahnya bursa regional dan beberapa harga komoditas, serta ancaman dari varian baru covid-19,” sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya.
 
Kasus positif covid-19 Indonesia pada Kamis, 25 November, bertambah 372 kasus (turun 17,5 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya) dengan daily positive rate sebesar 0,2 persen. Sebanyak 293 orang yang dinyatakan sembuh kemarin dengan recovery rate sebesar 96,4 persen.
 
“Meskipun kasus covid di Indonesia menurun, namun pertemuan darurat WHO pada Jumat ini terkait varian baru B.1.1.529 yang ditemukan di Afrika Selatan membuat kita harus tetap waspada,” sebut Samuel Research Team.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat terpantau jatuh pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena perdagangan pasar jauh lebih singkat pada kesempatan liburan Thanksgiving. Namun, para investor terus memantau rilis data ekonomi di Amerika Serikat.
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09 persen pada 96,7743 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1209 dari USD1,1199 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3321 dari USD1,3323 pada sesi sebelumnya.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *