Industri Jasa Keuangan Perlu Membangun Loyalitas Konsumen Lewat Transformasi Digital

Jakarta: Director & Head of Financial Services untuk Genesys Asia Pacific Albert Tay menyoroti industri jasa keuangan sedang menyaksikan perubahan paradigma dan disrupsi yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Untuk memenuhi harapan, perusahaan perlu mengevaluasi kembali strategi transformasi mereka dan memodernisasi dengan cepat.
 
“Dalam melakukannya, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan people centric yang dibangun di atas  prinsip-prinsip inti empati dan memberikan Experience as a Service yang membantu brand untuk memberikan customer experience (CX) tanpa gesekan dan terhubung, yang pada akhirnya menghasilkan kepercayaan dan loyalitas konsumen,” jelas dia dalam keterangan resminya, Kamis, 25 November 2021.
 
Dia mengatakan, dalam Reimagining Society 5.0, lembaga keuangan perlu memiliki fokus digital yang cekatan dalam membangun dialog yang lebih interaktif dan memanfaatkan teknologi serta mitra ekosistem yang kaya, untuk memberikan interaksi yang lebih empatik dan personal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senior Vice President Center of Digital BCA Reni Septiana menjelaskan, perseroan melakukan transformasi dalam meningkatkan layanan pelanggannya.
 
“Berbagai channel yang dapat digunakan oleh konsumen BCA untuk menghubungi HaloBCA baik secara tradisional maupun melalui channel digital seperti WhatsApp, aplikasi HaloBCA, email, Twitter, dan juga chat atau telepon dengan customer service sehingga konsumen dengan mudah mendapatkan layanan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” jelas dia.
 
Chief Marketing Officer PT VADS Indonesia Deddy Hermansyah mengungkapkan Internet of Thing (IoT) akan menghubungkan semua orang dengan mesin dan juga kecerdasan buatan.
 
Semua ketersediaan ilmu pengetahuan dan informasi akan terbuka sehingga akan melahirkan nilai-nilai baru dan memperbesar kemungkinan keterbukaan manusia mengembangkan melalui robot, mobil tanpa kemudi, kecerdasan buatan, proses automasi untuk  membantu memudahkan kemampuan dan juga perilaku secara fisik.
 
“Dan untuk menjawab tantangan dalam penerapan keamanan digital dan serangan siber, kami menerapkan sistem manajemen keamanan, keamanan informasi, keamanan layanan, fraud  monitoring, dan perlindungan data pribadi (data pelanggan), PCI DSS, dan Blockchain Secure Authentication (BSA), layanan blockchain yang memiliki kelebihan teknologi tingkat lanjut karena  menggunakan teknologi blockchain, passwordless, andal untuk menghindari brute force attack, hemat biaya karena tanpa biaya tambahan untuk OTP (biaya SMS dapat dihilangkan),” jelas dia. 

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *