Indonesia-Prancis Sepakat Hadirkan Perdagangan yang Adil

Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian pada Rabu, 24 November 2021 siang. Kerja sama ini mencakup lima topik yakni kesehatan, pertahanan, iklim, energi dan maritim.
 
Di bidang kesehatan, Indonesia-Prancis akan terus memperkuat arsitektur kesehatan dunia dalam menghadapi pandemi di masa mendatang. Pemerintah Indonesia pun mengapresiasi bantuan Prancis dalam pemberian jutaan vaksin covid-19.
 
Kedua, Pemerintah Indonesia dan Prancis akan berencana mengadakan dialog maritim pertama di tahun depan untuk meningkatkan kerja sama di bidang kemaritiman. Dengan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah G20 dan Prancis sebagai Dewan Uni-Eropa di tahun 2022 kedua negara sepakat mengintensifkan komunikasi berkaitan dengan hal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Selanjutnya, kedua negara sepakat untuk menghadirkan perdagangan yang adil, terbuka dan nondiskriminatif.
 
“Perdagangan yang adil dan terbuka dan nondiskriminatif akan berkontribusi banyak bagi pemulihan ekonomi. Perdagangan yang adil, terbuka dan nondiskriminatif akan sangat membantu pencapaian target SDG’s yang menyisakan waktu sembilan tahun lagi,” ucap Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Kamis, 25 November 2021.
 
Kerja sama ini penting bagi kedua negara lantaran Prancis menjadi mitra strategis Indonesia di bidang perdagangan dan investasi selama 10 tahun terakhir. Karenanya, penandatanganan Plant of Action ini diharapkan bisa memperdalam strategi kedua negara dalam lima tahun kedepan.
 
“Saya menekankan agar berbagai kebijakan ekonomi hijau ditempatkan dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian sustainability yang sesungguhnya akan dapat tercapai,” kata dia. (Raja Alif Adhi Budoyo)
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *