Bagaimana Industri Properti di 2022, Simak Proyeksinya

Bandung: Industri properti diprediksi akan tetap tumbuh pada 2022. Hal tersebut didorong oleh sentimen positif seperti suksesnya program vaksinasi covid-19 yang akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di tahun ini dan tahun mendatang.
 
Terdapat beberapa kombinasi insentif pemerintah yang diterapkan untuk memerangi dampak negatif covid-19 terhadap perekonomian:

  1. UU Cipta Kerja Nomor 11/2020 telah mulai berlaku, yang akan memangkas birokrasi perizinan, sehingga menciptakan lingkungan yang ramah bisnis.
  2. Kebijakan restrukturisasi utang sebagai countercyclical policy oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang membantu pelaku usaha menghadapi masalah keuangan akibat pandemi.
  3. Penurunan suku bunga acuan (BI rate) ke rekor terendah dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi.
  4. Penerapan relaksasi PPN 100 persen untuk properti dengan harga kurang dari Rp2 miliar dan 50 persen untuk properti dengan harga di bawah Rp5 miliar, apabila diperpanjang pada 2022
  5. Relaksasi pembatasan covid-19 karena tingkat infeksi covid-19 yang rendah dan vaksinasi massal yang berhasil.

“Terbukti dari angka penjualan yang meningkat, kebijakan pemerintah di atas terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan minat beli masyarakat,” ujar Wakil Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Royzani Sjachril, Kamis, 25 November 2021.
 
Dia menuturkan, meski menghadapi kondisi ekonomi terburuk akibat pandemi covid-19, namun saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di properti karena kebijakan pemerintah untuk menerapkan insentif bagi pembeli properti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Seperti kebijakan insentif PPN DTP Perumahan yang diberlakukan mulai akhir kuartal I-2021 hingga Desember 2021,” jelasnya.
 
Selain itu, willingness pemerintah untuk menerapkan insentif di sektor properti belum pernah setinggi ini. Oleh karena itu, hal ini adalah kesempatan seumur hidup untuk berinvestasi di properti.
 
“Saat ini sedang masa pemulihan ekonomi, rumah juga lebih penting karena menjadi tempat yang paling aman bagi kita melindungi diri dan keluarga dari wabah virus,” paparnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *