Tetap Waspada! IHSG Diperkirakan Bergerak Bervariasi

Jakarta: Samuel Research Team memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bervariasi ditopang oleh pergerakan bursa saham global dan regional. Meski demikian, para investor harus tetap waspada karena potensi pembalikan arah masih ada yang salah satunya menjelang implementasi tapering The Fed.
 
“Pagi ini pasar Asia dibuka mixed dengan Kospi dibuka menguat 0,27 persen dan Nikkei dibuka melemah 0,22 persen. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi pagi ini ditopang oleh pergerakan bursa global dan regional,” sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Rabu, 24 November 2021.
 
Di sisi lain, Wall Street bervariasi dengan Nasdaq ditutup lebih rendah untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah mendorong investor untuk menjual saham Big Tech ternama lainnya dan membeli saham bervaluasi lebih rendah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,55 persen atau 194,55 poin, menjadi 35.813,80. Indeks S&P 500 naik tipis 0,17 persen atau 7,76 poin menjadi 4.690,70. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq merosot 0,50 persen atau 79,62 poin, menjadi 15.775,14.
 
Indeks saham pertumbuhan S&P 500 turun 0,3 persen dan indeks saham dengan valuasi rendah naik 0,8 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah memperpanjang kenaikan ketika investor meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun depan setelah Jerome Powell dinominasikan oleh Presiden Joe Biden sebagai Ketua Fed untuk masa jabatan kedua.
 
Tesla turun lebih dari 4,0 persen dan Microsoft kehilangan 0,6 persen, dengan kedua perusahaan menyeret Nasdaq lebih besar daripada saham lainnya. Kenaikan suku bunga cenderung membuat saham-saham pertumbuhan kurang menarik bagi investor.
 
“Pasar sedang dipersulit oleh pekan perdagangan yang dipersingkat karena liburan, dan pasar mengambil isyarat dari kenaikan suku bunga baru-baru ini, memberi investor alasan tambahan untuk mengambil keuntungan di pasar yang dinilai terlalu tinggi,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall, di New York.
 
Dengan bank-bank diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi, indeks bank S&P 500 melonjak 2,0 persen, dengan Goldman Sachs, JPMorgan, dan Bank of America semuanya reli.
 
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *