Kaltim miliki 14 potensi Kawasan Ekosistem Esensial

Dari 14 peta indikatif tersebut, 2 KEE sudah beroperasi penuh sedangkan 12 KEE telah dipetakan untuk pengembangan pada 2022

Samarinda (ANTARA) – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki 14 peta indikatif potensi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di berbagai ekosistem mulai lahan basah, alam liar, areal konservasi, taman keanekaragaman hayati, hingga bentang alam khas geologis dan geomorfologis.

“Dari 14 peta indikatif tersebut, 2 KEE sudah beroperasi penuh hingga saat ini, sedangkan yang 12 KEE telah dipetakan untuk tindak lanjut program pengembangan pada 2022,” ujar Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim Zaina Yurda di Samarinda, Rabu.

​​​​​Kedua KEE yang sudah beroperasi penuh itu adalah KEE WeheaKelay di Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau, kemudian KEE MesangatSuwi di Kabupaten Kutai Timur.

Baca juga: KEE di Berau Kaltim berupaya jadi model penyelamatan orang utan

Sedangkan tahun 2022, pihaknya fokus mengembangkan 2 dari 12 KEE untuk  KSDAE, yakni KEE di Beriun Gergaji tentang Karst SangkulirangMangkalihat Kabupaten Kutai Timur dan KEE di Kabupaten Mahakam Ulu.

KEE adalah ekosistem di luar kawasan hutan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekosistem alami dan buatan yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan.

Sehari sebelumnya, saat Lokakarya Inisiatif Kolaborasi Pengelolaan Bentang Alam Beriun-Gergaji di Samarinda, Zaina Yurda juga mengatakan pihaknya fokus pada dua KEE karena keduanya memiliki nilai penting dalam keanekaragaman hayati dan nilai endemik.

Baca juga: BKSDA Kaltim dan BOS lepasliarkan tiga orangutan di Hutan Kehje Sewen

“Di antara ekosistem karst yang bernilai penting di Kaltim adalah Hutan Lindung Kawasan Ekosistem Beriun dan Hutan Lindung Gergaji di Kutai Timur, termasuk bentang alam karst dan kawasan berhutan di sekitarnya yang kita sebut Bentang Alam Beriun-Gergaji,” katanya.

Kawasan tersebut, lanjutnya, menjadi hulu bagi setidaknya dua sungai besar di Kutai Timur, yakni Sungai Bengalon dan Sungai Sangkulirang, termasuk sentra keanekaragaman hayati dan nilai endemik yang tinggi.

Baca juga: Kaltim usulkan 491.000 ha Wehea-Kelay jadi kawasan strategis provinsi

Menurut Zaina, pengajuan peta indikatif KEE di Kaltim sudah melalui proses panjang, yakni dimulai sejak 2019, sehingga apa yang akan dilakukan pada 2022 merupakan tindak lanjut dari proses yang sudah dimulai tiga tahun sebelumnya.

“Penetapan Hutan Lindung Kawasan Ekosistem Beriun dan Hutan Lindung Gergaji tersebut melalui pembahasan cukup lama dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dunia usaha,” ujar Zaina.

Baca juga: Kaltim diprakirakan alami hujan lebat disertai petir pada Rabu-Kamis

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *