Fakta di Balik Lagu Kolaborasi Dipha Barus, Afgan dan Esther Geraldine

Jakarta: Disjoki atau DJ Dipha Barus melahirkan lagu baru berjudul “Keep It Hush”. Pada karya musik itu, dia berkolaborasi dengan penyanyi Afgan dan Esther Geraldine. Fakta di balik lagu itu pun dijelaskannya.
 
“Ada fitur di Instagram yang sedang tren, membebaskan orang menanyakan identitas pribadi orang. Jujur kita enggak tahu bakal ada isu itu. Tapi lagu ini tentang bagaimana kita menjaga privasi kita di media sosial,” ungkap Dipha dalam konferensi pers virtual.
 
“Keep It Hush” menceritakan tentang over-sharing story. Proyek lagu itu disambut baik oleh Afgan, karena ada kesamaan pemahaman dari keduanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Gue setuju banget dengan topik ini dan gue belum pernah membicarakannya di lagu-lagu gue. Jadi ya suatu waktu kita perlu keep it hush di sosial media,” tutur Afgan.
 
Esther Geraldine juga sepaham. Sebagai bagian dari generasi Z, Esther menyadari bahwa popularitas bisa diraih dengan mengikuti hal-hal yang viral. Namun, hal itu tidak bisa dibenarkan untuk urusan ranah privasi.
 
“Bagaimana enggak semua hal harus dibocorin ke mana-mana. Ini enggak selalu tentang media sosial, tetapi juga hubungan kita dengan orang lain di sekitar kita,” papar Esther.
 
“Ini cocok banget dengan budaya media sosial sekarang. Kayak TikTok, ketika apa pun viral di pandemi. Kayak semuanya dibocorin ke mana-mana. Ini seperti generasi saat ini. Kayak ini bakal viral enggak ya kalau aku post ini. Enggak jaga-jaga privasi kita. Jadi lagu ini bagus untuk generasi kita untuk menjaga privasi,” tambahnya.
 
Dipha memaparkan, sebenarnya lagu ini terinspirasi dari artikel yang dipublikasikan media luar. Pembahasannya adalah generasi saat ini yang mudah sekali merasa cemas, dalam memikirkan apa yang diunggah di media sosial.
 
“Jadi bagi gue, tentang post dan enggak post dan tentang engagement dan enggak, itu antara hidup dan mati. Jadi bagi gue, itu bukan hal yang salah. Ketika pilihan hidup saja, kita memilih pilihan hidup yang simple dan enggak ribet,” jelas Dipha.
 
“Dan walaupun perkembangan teknologi membantu kita mempromosikan karya kita, tapi kita juga harus berhati-hati dalam menggunakan si teknologi ini,” pungkasnya.
 

 
 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *