Sinopsis dan Review Dad Stop Embarrassing Me! (2021)

Netflix kembali menghadirkan original series bergenre komedi keluarga, Dad Stop Embarrassing Me! yang dirilis bulan April 2021 yang lalu. Drama ini mengangkat kisah hubungan keluarga yang dikemas dalam serial lucu penuh kejadian seru. Jamie Foxx berperan sebagai aktor utama sekaligus sebagai eksekutif produser dan orang yang melahirkan ide memproduksi sitkom ini.

Dad Stop Embarrassing Me! adalah kisah yang diadaptasi dari kisah nyata yang terjadi pada Jamie Foxx dan putrinya, Corinne Foxx. Hubungan unik mereka dikemas dalam sebuah serial sepanjang delapan episode ini ditampilkan dalam sitkom multi-kamera. Tertarik dengan sitkom ini? ini dia sinopsis dan ulasan singkatnya. 

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Drama Keluarga Yes Day (2021)

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Comedy
  • Produksi: A Grandma’s Hands Production
  • Sutradara: Ken Whittingham   
  • Jumlah episode: 8
  • Pemeran: Jamie Foxx, David Alan Grier, Kyla Drew, Porscha Coleman, Jonathan Kite, Heather Hemmens

Dad Stop Embarrassing Me! dibuka dengan adegan Brian Dixon (Jamie Foxx) dan anak perempuannya Sasha (Kyla Drew) duduk bersama di sebuah ruangan seorang terapis yang bernama Sheila (Luenell).

Terapis rujukan sahabatnya ini diharapkan membantunya memperbaiki hubungan dengan Sasha. Namun, sepertinya mereka datang ke tempat yang salah. Sheila sang terapis tersebut adalah terapis sex.

Ia menduga bahwa Brian dan Sasha adalah pasangan yang mempunyai masalah dengan usia yang terpaut sangat jauh dan membutuhkan konsultasi agar mereka bisa menjalani hubungan yang nyaman meskipun mempunyai rentang usia yang berbeda.

Adegan di awal episode yang berjalan maju mundur ini mengantarkan penonton pada alasan mengapa Brian dan Sasha tidak pernah akur. Dari sini rahasia di balik ketidak akuran hubungan ayah dan anak ini terkuak.

Kisah dalam Dad Stop Embarrassing Me! sepenuhnya berfokus pada Brian dan sang putri keras kepalanya, Sasha. Brian Dixion dikenal sebagai seorang pebisnis sukses yang terbiasa hidup sendiri. Namun, suatu hari ia tiba-tiba harus menghadapi putrinya.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah ia tinggal bersamanya di Atlanta. Bukan karena ia tidak menyayangi Sasha, hanya saja Brian gagap mengasuh anak sebesar itu. Ia harus menyeimbangkan antara pekerjaannya dan Sasha. 

Namun, harus Brian akui bahwa menjaga Sasha lebih merepotkan dibandingkan mengelola bisnis warisan ibunya, BAY Cosmetics. Meskipun demikian, ia tetap ingin menunjukan bahwa Sasha tidak diabaikan seperti yang ia kira.

Maka dari itu ia pergi menemui ayahnya (David Alan Grier) dan meminta bantuan agar bisa melunakkan hati Sasha. Atas saran sang ayah dan saudarinya, Chelsea (Proscha Coleman), Brian belajar menjadi seorang ayah yang baik bagi Sasha. Ia melakukan berbagai cara dengan harapan Sasha bisa mendekat padanya.

Namun, sepertinya ia salah orang. Cara-cara yang dilakukan Brian atas saran ayah dan Chelsea malah membuat Sasha malu untuk mengakui Brian sebagai ayahnya. Brian khawatir putrinya akan semakin jauh alih-alih mendekat padanya. Padahal Brian ingin Sasha lebih terhubung dan akrab dengannya.

Tantangan yang dihadapi semakin kuat seiring cara-cara yang ia lakukan tidak ada satu pun yang berhasil. Brian semakin merasa keadaan semakin kacau. Kehidupannya yang semula tenang dan tertata menjadi tidak karuan.

Di sisi lain, bukan hanya Brian yang kebingungan dengan hubungan kaku ini, Sasha juga merasakan hal yang sama. Ketenangan dan keteraturan hidup remaja 15 tahun itu terganggu dengan perubahan yang tengah dihadapi.

Sejak kepindahannya ke Atlanta, ke rumah Brian, sang ayah, Sasha merasakan hidupnya berubah. Ia dihadapkan pada hal-hal baru yang semuanya masih tampak kacau. Apalagi tingkah Brian yang konyol dan sering membuatnya malu membuatnya enggan mengakui laki-laki itu sebagai ayah kandungnya.

Sasha merasa bahwa hidupnya sebelum ia bertemu dengan ayahnya jauh lebih baik. Mendengar ini, Brian merasa terpukul. Namun, ia ingin membuktikan bahwa ia layak disebut sebagai seorang ayah dan ia bersedia melakukan apa saja untuk bisa menjadi sosok yang baik bagi putrinya tersebut.

Baca juga:

Terdengar sedih, bukan? Tapi percayalah, Jamie Foxx membuat kisah ini menjadi sebuah komedi yang mengundang gelak tawa. Strategi aneh yang disarankan oleh ayah dan saudarinya benar-benar membuat Jamie bertransformasi sebagai sosok sentral yang membuat orang terpingkal.

Kekhawatiran Brian Pada Sasha

Kekhawatiran Brian Pada Sasha

Sebagai penonton, melihat Sasha yang keras kepala, tak pelak ikutan kesal. Tapi melihat tingkah konyol dan impulsif Brian juga tidak jarang bikin sakit kepala. Dari delapan episode, kamu akan melihat sebagian besar menampilkan betapa Brian ngotot ingin meyakinkan Sasha.

Namun, ketidakberuntungan seolah terus membuntuti. Strategi yang dilancarkannya malah membuat Sasha semakin yakin bahwa ia bukanlah prioritas ayahnya. Ia melihat bahwa ayahnya lebih mengutamakan pekerjaan dibandingkan dirinya.

Namun, harus kita akui bahwa Brian sebetulnya sangat menyayangi Sasha. Sayangnya ia tunjukan rasa sayangnya tersebut dengan berbuat hal yang bikin kita geleng-geleng kepala.

Brian sering khawatir terhadap putrinya tersebut. Ia terlihat tidak mempercayai putrinya dan terus mengawasinya meskipun gadis itu sudah mulai dewasa.

Ia bahkan tak segan melakukan hal-hal gila untuk mencegah anaknya didekati pria-pria yang tertarik pada gadis itu. Namun, terlepas dari betapa sembrononya Brian sebagai ayah, sikap Brian ini membikin hati hangat.

Comeback Jamie Foxx

Comeback Jamie Foxx

Serial Netflix Dad Stop Embarrassing Me! merupakan sebuah hadiah yang membahagiakan bagi penggemar komedian peraih penghargaan Oscar ini. Terhitung sejak In Living Color dan The Jamie Foxx Show, ia vakum dari sitcom selama kurang lebih 20 tahun.

Beruntung, tahun 2021 ini kita bisa melihat aksi kocaknya lewat serial komedi ini bersama sang putri sulung, Corinne Foxx yang menunjukan ketertarikannya pada industri film. Selain itu, serial Dad Stop Embarrassing Me! adalah kolaborasi teranyar antara Jamie Foxx dan Netflix setelah sebelumnya mereka bekerja sama dalam proyek film superhero, Project Power tahun 2020 yang lalu.

Candaan Rasial yang Kurang Dipahami

Candaan Rasial yang Kurang Dipahami

Tontonan bergenre komedi adalah salah satu tontonan menghibur yang bisa membuat rileks. Durasi yang tidak terlalu panjang dengan lelucon yang segar menjadikan tontonan ini menarik.

Namun, dalam Dad Stop Embarrassing Me! agaknya kamu perlu sedikit berpikir keras untuk mencerna jokes dalam dialognya. Serial ini sering melontarkan jokes rasial yang mengangkat isu-isu tertentu yang tidak begitu umum seperti yang terlihat saat Brian dan ayahnya beradu akting.

Untuk yang kurang paham situasi sosial di negara asalnya, jokes seperti ini pasti tidak akan menimbulkan sensasi lucu ketika mendengarnya. Inilah yang mengurangi kelucuan dari serial bergenre komedi ini.

Namun, terlepas dari isi jokes-nya, chemistry antara Jamie Foxx dan Grier patut diacungi jempol. Chemistry antara dua aktor yang pernah satu frame dalam In Living Color ini sudah tidak perlu lagi diragukan.

Grier yang berperan sebagai ayah dari Brian seolah mewariskan sifat sembrono dan immature-nya pada Brian. Melihat ini, kita seperti diberi pengetahuan dari mana asalnya sifat -sifat yang membuat Sasha kesal terhadap Brian.

Lalu, apakah upaya pendekatan yang dilakukan Brian membuahkan hasil? Atau Sasha justru semakin menjauh darinya? Kamu harus saksikan sendiri keseruan serial original Netflix yang satu ini. Dad Stop Embarrassing Me! menghadirkan satu tontonan seru yang bisa kamu nikmati. Apalagi kualitas akting dari semua karakter dalam serial ini bukan kaleng-kaleng.

Kyle Drew yang belum lama menjajal dunia akting pun menampilkan kemampuan luar biasanya sebagai aktris. Ia berhasil memukau penonton lewat perannya sebagai Sasha Dixion yang kesal melihat tingkah ayah tunggalnya itu.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *