Polda Metro genjot vaksinasi COVID-19 di wilayah aglomerasi

tiap hari ke Jakarta, bekerja dan melakukan aktivitas

Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya menggenjot vaksinasi COVID-19 di wilayah aglomerasi atau daerah penyangga Jakarta, seperti Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) mengingat pergerakan masyarakat yang cukup tinggi di kawasan tersebut.

“Penduduk kawasan ini commuter, tiap hari ke Jakarta, bekerja dan melakukan aktivitas,” kata kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo pada tayangan langsung akun Instagram @antaranewscom di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Wagub DKI minta warga kurangi mobilitas saat PPKM Level Satu

Sambodo menambahkan model vaksinasi yang dilakukan sama dengan yang di Jakarta, yakni melalui program Vaksinasi Merdeka atau vaksinasi dengan basis relawan.

Hasilnya, lanjut dia, wilayah tetangga Jakarta yang menjadi masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya di antaranya Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan persentase vaksinasi sudah mencapai di atas 70 persen.

“Kalau pun ada gelombang ketiga, kita bisa menunda terjadinya gelombang ketiga atau bahkan bisa mencegah sama sekali supaya tidak terjadi sambil terus melaksanakan tracing dan testing,” ujar Sambodo.

Upaya vaksinasi di daerah penyangga Jakarta itu, lanjut dia, juga diharapkan mendukung kekebalan kelompok di Ibu Kota dengan capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 123 persen.

Baca juga: Anies: Banyak warganya belum vaksin karena tak berdomisili di Jakarta

Namun dari jumlah itu, jumlah warga dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama mencapai 83 persen.

“Walau pun Jakarta sudah mencapai herd immunity 123 persen, kenyataannya tidak semua KTP DKI, itu baru 83 persen KTP DKI,” tutur Sambodo.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, capaian vaksinasi di DKI Jakarta hingga Senin kemarin untuk dosis pertama mencapai 11 juta orang dan dosis kedua 8,85 juta orang.

Di sisi lain, lanjut dia, angka mobilitas di Jakarta juga meningkat sekitar 40 persen seiring pelonggaran ketika PPKM level satu berlaku di Jakarta.

Sehingga, ia mengharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster baru dan mendorong masyarakat untuk mengakses vaksinasi COVID-19.

Baca juga: DKI percepat pembuatan kode QR untuk tempat usaha

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *