Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo: Filosofi Polisi Pengayom

Suara.com – Beberapa saat lalu, terjadi beberapa kabar viral di media sosial menyangkut sepak terjang Polisi. Bagi yang melakukan pelanggaran, akan mendapatkan sanksi. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

“Anggota yang melanggar seperti polisi minta bawang, polisi salah tilang orang bawa sepeda di bagasi, polisi menggunakan mobil dinas untuk pacaran itu sudah kita tindak semua. Jadi imbang, yang berprestasi kita berikan penghargaan, dan yang melanggar kita berikan tindakan hukuman,” jelas  Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya terus menanamkan filosofi Polisi lalu lintas atau Polantas kepada jajarannya. Yaitu peran Polisi sebagai pengayom dan penolong masyarakat.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo memeriksa kendaraan yang digunakan pelaku tabrak lari terhadap pedagang mi ayam di Senayan di kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (22/5/2021). [ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat]
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo memeriksa kendaraan yang digunakan pelaku tabrak lari terhadap pedagang mi ayam di Senayan di kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (22/5/2021). [ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat]

“Saya menanamkan filosofi dan berusaha mengubah imej polantas di Polda Metro Jaya, bahwa Polantas harus tampil sebagai penolong dari pada sebagai penegak hukum,” jelas Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam siaran langsung di Instagram @antaranewscom, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Pengamat Otomotif: GIIAS Menjadi Pentas Carmaker Menyasar Konsumen Segmen Low MPV

Ia memahami, bahwa tidak ada satu pun orang yang senang ditilang dan makin banyak Polisi menilang akan semakin banyak masyarakat yang tidak suka dengan Polisi lalu lintas.

Karena itu, Dirlantas Polda Metro Jaya ini menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengedepankan perannya sebagai pengayom masyarakat.

“Sosok sebagai pengayom dan penolong orang ini yang harus ditampilkan, seperti menolong masyarakat yang mobilnya mogok, ban kempes, dan kehabisan bensin. Polantas juga menolong orang mau ke rumah sakit, mau melahirkan terjebak macet, orang sakit di bus. Sosok itu yang harus dimunculkan ke publik,” tandasnya.

Kemudian, untuk memastikan instruksi tadi bisa terlaksana, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo memastikan akan ada penghargaan bagi anggota polantas berprestasi dan hukuman terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Indonesia Punya Sirkuit Mandalika, Hana Qosim Ikut Bangga

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *