Sinopsis & Review Film Prem Ratan Dhan Payo (2015)

Film satu ini akan mempersatukan Salma Khan dengan salah satu sosialita ternama di Bollywood yaitu Sonam Kapoor. Dua nama yang fenomenal tampil dalam satu frame, tentu membuat banyak orang penasaran dengan penampilan keduanya. Prem Ratan Dhan Payo (2015) adalah film bergenre romantis yang disutradarai oleh Sooraj R. Barjatya.

Film berdurasi 164 menit ini tidak hanya menyuguhkan romansa saja, tapi ada nilai mengenai hubungan persaudaraan dan keluarga yang sangat erat. Soundtrack di filmini di garap oleh komposer ternama Sanjoy Chowdhury bersama Himesh Reshammiya dan Irshad Kamil.

Meski sukses secara komersial dan salah satu film berpenghasilan terbesar tahun 2015, nyatanya film ini di berikan rating 4.4/10 di IMDb.

Kira-kira apa sih yang membuat film Prem Ratan Dhan Payo (2015) bisa mendapatkan rating yang cukup rendah padahal masuk box office. Temukan jawabannya di bawah ini ya!

Baca juga: 10 Film Bollywood Terbaik yang Dibintangi Aamir Khan

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Romantic, Drama, Family
  • Sutradara: Sooraj R. Barjatya
  • Pemeran: Salman Khan, Sonam Kapoor, Neil Niti Mukesh, Anupam Kher, Swara Bhaskar, Aashika Bhatia
  • Produksi: Rajshri Productions

Film ini dibuka dengan seorang pria dengan pakaian khas India menyeret dua pria untuk naik ke atas panggung. Pria ini bernama Prem Dilwale, pria yang sangat dihormati sebagai salah satu seniman handal dan bijaksana.

Dalam hidupnya selain mencintai para Dewa, Dilwale juga sangat mencintai dan menghormati Putri Maithili dari Kerajaan Devgarh.

Bahkan Dilwale ditemani saudaranya Musoorie pergi untuk bertemu dan memberikan persembahan bagi sang putri. Dari sinilah perannya untuk menggantikan posisi seorang Pangeran dari kerajaan Pritampur untuk beberapa waktu dimulai.

Dilwale ternyata memiliki kemiripan dengan Pangeran Vijay Singh, sehingga ia dipilih oleh Diwan dan Chirag untuk berpura-pura menjadi sang pangeran mahkota.

Sebenarnya Pangeran Vijay mengalami kecelakaan, setelah ia bertolak dari rumah kedua saudaranya. Seseorang dengan sengaja berusaha menolaknya, kini kondisinya dalam keadaan koma dan di sembunyikan di tempat aman.

Tapi kerajaan sedang sibuk, pasalnya sebentar lagi penobatan akan dilakukan dan kedatangan Putri Maithili sudah di depan mata.

Akhirnya Dilwale harus merubah dirinya semirip mungkin dengan sang Pangeran Mahkota. Semakin lama menempati posisi ini, Dilwale melihat ada banyak hubungan yang rusak dalam keluarga ini.

Dilwale berusaha membuat hubungan Putri Maithili jadi lebih baik lagi dengan Pangeran Vijay. Tak hanya itu, ia juga berhasil membawa kembali Putri Chandrika dan Radhika kembali ke istana.

Pasalnya keluarga ini tercerai berai karena konflik Ratu dan para selir Raja, sehingga Vijay dan Ajay bisa tinggal di dalam istana. Sementara Chandrila, Radhika bersama mendiang ibu mereka terusir dari istana dan hidup dalam kesederhanaan jauh dari istana.

Tapi ancaman sesungguhnya ternyata berasal dari orang terdekat dan paling dipercaya Pangeran Vijay. Ajay adalah saudara tiri dari Vijay, pria ini terlahir dari ibu yang seorang selir tapi nasibnya lebih baik karena bisa tinggal di istana.

Ajay menyimpan dendam pada kakaknya, makannya pria ini bekerja sama dengan beberapa orang kerajaan untuk membunuh kakaknya. Tapi rencananya terganggu dengan kehadiran Pangeran palsu, apakah Dilwale bisa tetap berakting sampai Pangena Vijay asli kembali lagi?

Harusnya Konflik Keluarga yang Lebih Mendalam

Harusnya Konflik Keluarga yang Lebih Mendalam

Setelah menonton film Prem Ratan Dhan Payo (2015), jujur saja saya lebih tertarik pada konflik keluarga dari Kerajaan Pritampur. Pasalnya konflik ini memang bisa menjadi daya tarik, yaitu perlakuan tidak sang Ratu pada selir dan anak-anaknya, di mana hal ini menimbulkan banyak masalah dalam tubuh keluarga mereka, yang akhirnya menimbulkan banyak konflik.

Sedikit spoiler, film ini menceritakan kehidupan dari anak-anak Raja Pritampur yang berasal dari dua wanita yang berbeda. Ratu memiliki satu putra yang bernama Vijay, sedangkan dua selir Raja melahirkan satu putra yaitu Ajay dan dua putri yaitu Chandrika dan Radhika.

Sebenarnya hubungan anak-anak ini sangat baik, sayangnya karena kecemburuan dan rasa benci Ratu membuat mereka terpisah.

Baca juga:

Ketika anak-anak ini tumbuh dewasa, terdapat rasa benci yang sangat mendalam akan kejadian di masa lalu, dimana Chandrika dan Radhika harus tinggal di luar istana karena Ratu mengusir mereka dari istana, bahwa mereka hidup dengan sangat sederhana jauh dari kemewahan istana.

Sedangkan dua Pangeran yang tinggal di istana malah saling menjatuhkan demi mendapatkan tahta Raja. Premis ini mungkin akan lebih menggugah penonton, pasalnya konflik di atas bisa dibumbui baik dengan romansa, aksi dan lainnya.

Sayang sekali Prem Ratan Dhan Payo malam fokus pada kisah cinta Dilwale pengganti dari Pangeran Vijay Singh dengan Putri Maithili dari Kerajaan Devgarh.

Saya akan lebih mengapresiasi jika filmnya memfokuskan pada konflik dari orang tua hingga konflik anak-anaknya. Karena saya sendiri bingung, kenapa Vijay dan Ajay bisa saling membenci, serta keburukan apa yang dilakukan Pangeran Vijay.

Untuk kehidupan Dilwale saya kira semuanya sudah cukup jelas, tapi bounding antara Dilwale dan Pangeran Vijay sebagai doopleanger nihil. Saya berharap mungkin ada benang merah, tapi saya suka perbedaan karakter dua orang ini yang seperti langit dan bumi.

Terasa Unbalance, Tapi Akting dan Sinematografinya Bagus

Terasa Unbalance, Tapi Akting dan Sinematografinya Bagus

Prem Ratan Dhan Payo (2015) memang film yang terasa sangat manis bagi saya, karena memang pesona ini yang lebih mendominasi. Ini lah kenapa saya mengatakan bahwa komposisi yang ada dalam film ini terasa sangat kurang balance. Pasalnya ada banyak elemen yang ingin ditampilkan, tapi semua elemen ini tidak berada dalam komposisi yang pas.

Mungkin karena menempatkan genre romantis, makannya film ini memberikan kesan manis hampir di segala aspek. Terutama untuk karakter Dilwale, pria ini benar-benar digambarkan sebagai seorang pria yang penuh dengan romansa.

Karakternya sangat manis, sopan santun, bijaksana dan selalu bisa menggugah hati banyak orang dengan setiap ucapannya. Perbedaan dua karakter yang di perlihatkan oleh Salman Khan, menunjukkan kelasnya berbeda dari aktor lainnya.

Di banding memuji Sonam Kapoor, saya lebih terkesan dengan karakter Putri Chandrika yang diperankan oleh Swara Bhaskar. Sonam Kapoor terkadang terlalu berlebihan, saya pikir dia kurang menjiwai karakternya untungnya ia sangat cantik di film ini.

Berbeda dengan karakter kuat yang diperlihatkan oleh Swara Bhaskar, karakternya bisa mengimbangi Salman dan Neil. Aktingnya benar-benar luar biasa, saya bisa merasakan kesulitan hidup yang dialaminya ketika ia tidak mendapatkan seluruh haknya.

Gadis ini sebenarnya takut dan meminta uluran kasih sayang dari kedua kakaknya, namun ia terbakar pada rasa benci karena ibunya juga menderita.

Ada banyak faktor yang membuat film ini terasa tidak balance, apalagi bagian aksinya juga terasa kagok. Saya pikir akan lebih baik jika mereka memberikan scene kecelakaan yang lebih dramatis untuk sang Pangeran.

Di akhir saya juga membutuhkan perkelahian lebih emosional antara Vijay dan Ajay, karena pada dasarnya mereka berdua adalah awal kehancuran keluarga ini.

Sooraj R. Barjatya Menyelamatkan Filmnya

Sooraj R. Barjatya Menyelamatkan Filmnya

Segala kekurangan yang ada di film ini bisa saya katakan dapat tertolong dengan kehebatan Sooraj R. Bartjatya. Pasalnya saya tahu bahwa Sooraj selalu bisa memberikan arahan yang sangat baik pada para aktor dan aktris yang bekerjasama dengannya. Belum lagi gaya storytelling yang paling saya sukai, hal ini juga ditunjukan untuk film ini.

Prem Ratan Dhan Payo (2015) memulai cerita dengan kisah si doppelganger Dilwale, Pria manis dan sangat taat pada agamanya. Lalu secara perlahan ia menunjukkan sisi berbeda dari pria yang berwajah sama tapi dengan nasib dan karakter yang berbeda.

Saya menyukai gaya ini, karena kedua karakter bisa menonjol secara bersamaan dengan gaya dan karakter masing-masing. Sooraj R. Barjatya sengaja memberikan scene-scene khusus untuk menunjukkan karakter setiap orangnya.

Ia juga memperkuatnya dengan memberikan sinematografi yang indah, setidaknya bisa menutupi kekurangan di skrip dan akting.

Jujur saja skripdan plotnya memang kurang tertata, terlalu banyak hal yang kebetulan terjadi tanpa keterangan yang jelas. Tiba-tiba sang Putri Maithili mengungkapkan perasaan bahwa ia tidak ingin menikah tanpa cinta dengan Pangeran Vijay.

Lalu sikap Putri Chandrika pada Putri Maithili yang tiba-tiba bermusuhan dan “lagi” tidak ada kejelasannya. Dan tiba-tiba saja Pangeran Ajay merencanakan pembunuhan kakaknya, “lagi dan lagi” terasa hambar tanpa penjelasan konkret.

Setidaknya Sooraj R. Bartjarya memahami premis yang diangkat dalam film ini, jadi ia bisa membuat orang memahami jalan ceritanya. Saya pikir Sooraj banyak bekerja keras untuk membuat film ini tetep terasa make sense dan berjalan di plot yang benar.

Inilah review saya setelah menonton Prem Ratan Dhan Payo (2015), bagi saya film ini berada dalam level average. Pasalnya premis yang diangkat sangat simpel dan umum, sayangnya ada banyak plot hole dan dialog yang buruk. Bagaimana menurutmu? Jangan lupa berikan pendapatmu mengenai film ini di kolom komentar di bawah ini. 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *