Sinopsis & Review Film Komedi Indoo Ki Jawani (2020)

Indoo Kui Jawani (2020) film bergenre komedi ini dibintangi oleh si cantik Kiara Advani dan si tampan Aditya Seal. Film ini mengisahkan seorang gadis yang baru saja menginjak usia dewasa, Indoo memang sangat polos mengenai percintaan. Makannya ia mengikuti sarannya untuk melakukan kencan buta, tapi kencan ini malah menjadi teror dari teroris.

Film ini adalah debut dari Abir Sengupta sebagai sutradara, sayangnya debutnya ini bisa dikatakan gagal. Pasalnya film pertamanya mendapatkan banyak kritikan, bahkan di situs IMDb film ini hanya mendapatkan rating 3.0/10.

Banyak yang mengatakan bahwa film ini kurang menarik, karena tidak terasa originalitas dan tidak berbeda dengan film Bollywood kelas bawah.

Makanya kali ini kita akan mencari tahu benarkah film Indoo Ki Jawani (2020) seburuk itu? Temukan jawaban lebih lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis dan Review Film India Bhuj: The Pride of India

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Coming of Age, Comedy
  • Sutradara: Abir Sengupta
  • Pemeran: Kiara Advani, Aditya Seal, Mallika Dua
  • Produksi: T-Series, Emmay Entertainment, Electric Apples

Indira Gupta atau yang lebih dikenal dengan nama Indoo adalah gadis paling cantik di Ghaziabad. Kemanapun Indoo pergi, para pria akan berkumpul dan mencoba untuk mendekatinya.

Tidak hanya pria muda, para pria yang hampir seusia ayahnya akan nekat untuk mendekatinya. Sebenarnya Indoo sudah memiliki kekasih, ia dan Satish sudah berkencan selama satu tahun terakhir.

Selayaknya hubungan pasangan kekasih, Satish selalu memintanya untuk melakukan hubungan seks. Namun Indoo adalah gadis yang percaya, bahwa hubungan seks hanya bisa dilakukan setelah menikah.

Alhasil Satish meninggalkannya dan kini Indo jelas-jelas adalah jomblo paling diincar di kota. Indoo memiliki sahabat yang bernama Sonal, gadis ini memiliki pemikiran yang sangat terbuka.

Sonal memberikan saran untuk sahabatnya ini, bahwa ia harus mencoba melakukan hubungan one night stand. Gadis itu menyuruh Indoo untuk memakai aplikasi kencan, dengan polosnya ia mengikuti semua instruksi sahabatnya ini.

Di tempat lain dua teroris asal Pakistan tengah bersembunyi di Mumbai, karena mereka kini tengah menjadi buronan polisi. Berita mengenai dua buronan teroris ini sangat ramai di TV, sayangnya wajah dari para teroris ini masih belum diketahui.

Kembali pada Indoo dan kehidupan cintanya, setelah beberapa saat mencoba aplikasi kencan ini akhirnya ia mendapatkan partner. Pria itu memiliki wajah yang terlihat manis, Sonal menyuruh Indoo untuk mengundang pria itu ke rumahnya.

Kebetulan keluarga Indoo pergi ke luar kota selama seminggu, maka momen ini sangat pas untuk Indoo bisa melakukan one night stand.

Sebelum kedatangan pria dari aplikasinya, Indoo menyiapkan diri dan menyimpan beberapa senjata jika terjadi hal buruk. Hingga suara ketukan pintu didengarnya, Indoo merasa kagum akan pemandangan di hadapannya.

Pria tampan dan bertubuh kekar itu bernama Samar, ia memperkenalkan dirinya sebagai seorang musisi dari Hyderabad. Di tengah-tengah perbincangan Indoo melihat paspor Samar yang terjatuh, betapa kagetnya ia saat mengetahui pria itu berasal dari Pakistan.

Indoo mengira Samar adalah seorang teroris, untungnya ada pengantar Pizza yang datang dan ia memintanya untuk masuk ke rumah.

Namun situasi berbalik ketika Indoo akhirnya menyadari bahwa bukan samar yang seorang teroris. Tapi pengantar pizza yang ia persilahkan masuk, ternyata adalah teroris yang sesungguhnya.

Baca juga:

Sang teroris mengancam Indoo bahwa ia akan membunuhnya jika berani melapor pada polisi. Lalu apa yang akan terjadi pada Indoo dan Samar saat mereka disekap oleh seorang teroris?

Animasi untuk Pembukaan Filmnya Sangat Mencuri Perhatian

Animasi untuk Pembukaan Filmnya Sangat Mencuri Perhatian

Ketika saya menonton Indoo Ki Jawani (2020), jujur saja saya kurang merasa terhibur dengan keseluruhan filmnya. Namun ada satu bagian yang paling mencuri perhatian saya, yaitu bagian pembukanya yang sangat eye catching.

Jujur saja saya tidak bisa menolak untuk mengatakan bahwa opening dari film ini adalah hal yang paling keren dan baik.

Adegan pembukanya membicarakan mengenai siapa itu Indoo, gadis yang katanya banyak disukai oleh para pria. Kisah singkat mengenai Indoo ini diceritakan dalam animasi yang sangat ciamik, dimana desainnya terlihat unik dan manis.

Hal yang paling saya ingat dari animasi ini adalah pilihan warna yang mereka ambil, yaitu warna merah, kuning, hijau dan biru. Warna-warna cerah ini benar-benar membuat mata saya melek, paduan warna ini bisa membawa nuansa etnik khas India.

Padahal dalam animasi ini semuanya terbilang sangat modern, tapi penggunaan warna-warna mencolok tadi bisa mempertahankan kesan etnik. Bagi saya Animasi yang hanya berdurasi beberapa menit ini bisa menceritakan siapa itu indoo dengan sangat baik.

Bahkan saya baru menyadari bahwa animasi di awal ini sebenarnya rangkuman dari apa saja yang akan terjadi sepanjang film, mulai dari Indoo yang bekerja sebagai pramugari adalah gadis yang disukai oleh banyak pria, baik muda maupun pria tua.

Kecantikannya membuat banyak orang gila, namun dibalik itu semua Indoo tidak lebih dari gadis muda yang polos akan cinta.  

Cinta dan Jihad, Dua Unsur yang Tidak Bisa Bersatu

Cinta dan Jihad, Dua Unsur yang Tidak Bisa Bersatu

Entah mengapa saya merasa bahwa belakangan ini film Bollywood terasa kehilangan nyawanya. Pasalnya hal ini juga saya rasakan saat menonton film Indoo Ki Jawani (2020) ini, yang terasa tidak memiliki soul.

Film ini tidak memiliki ciri khas atau hal yang menarik, sehingga penonton jadi tidak penasaran untuk menontonnya. Indoo Ki Jawani (2020) mengambil premis yang sangat lumrah, seorang gadis muda yang cantik dan diperebutkan oleh banyak pria.

Saya tahu bahwa penulis ingin membuat pribadi Indoo terlihat sangat polos bagaikan seorang dewi, makannya Indoo sangat polos. Gadis ini tidak mahir soal hubungan percintaan, meski begitu Indoo adalah gadis yang sangat pintar dan rasional.

Hanya saja keingintahuannya soal percintaan membuat gadis ini melakukan tindakan yang bodoh. Plot ini disambungkan dengan isu terorisme, bahkan Pakistan selalu jadi kambing hitamnya.

Menarik benang merah dari karakter Samar yang berasal dari Pakistan dengan teroris rasanya bukan premis yang kuat. Saya tahu niatnya ingin membuat plot twist yang menarik, nyatanya malah bikin penonton bingung.

Bahkan kenapa dan apa yang diinginkan oleh teroris ini juga tidak jelas, tidak ada background story-nya. Alhasil plot dan premis yang ada di film ini seakan sia-sia saja, bagi saya Abir Sengupta kurang menelaah masalah ini.

Sehingga film yang digarapnya berakhir dengan kegagalan, karena tidak ada hal yang baru. Bukan hanya membosankan, tapi film ini memang tidak memiliki nyawa dan karakteristik sendiri.

Aditya Seal Salah Memilih Film, Padahal Talentanya Luar Biasa

Aditya Seal Salah Memilih Film, Padahal Talentanya Luar Biasa

Salah satu alasan saya kenapa ingin sekali menonton Indoo Ki Jawani (2020) adalah untuk menyaksikan penampilan Aditya Seal. Jujur saja saya sangat menantikan kemampuan aktingnya di film ini, namun saya harus merasakan kecewa. Pasalnya penampilan Aditya Seal di sini tidaklah memuaskan, sepertinya ekspektasi saya terlalu tinggi.

Penampilan singkatnya di Student Of The Year 2 (2019) berhasil mengambil perhatian saya. Padahal screen time yang dimilikinya sangat singkat, namun karakter dan aktingnya sangat memorable.

Saya melihat bahwa Aditya Seal sangat berbakat dan memiliki potensi jadi aktor muda berbakat lainnya. Sepertinya ia salah memilih karakter di film yang salah, alhasil potensinya jadi terkubur begitu saja.

Saya merasa Aditya Seal sepertinya tidak memahami karakter Samar, jujur saya pun tidak tahu karakternya seperti apa. Karakternya memang sangat lemah, penampilannya sebagai “hero” di akhir filmnya juga seakan pelengkap saja.

Tidak ada yang spesial dari penampilannya di film ini, hanya dikenal sebagai pria Pakistan yang bertemu dengan seorang gadis lewat aplikasi kencan.

Sementara untuk Kiara Advani bagi saya penampilannya cukup brilian, karena saya bisa merasakan kepolosan dibalik pemikiran rasionalnya.

Hanya saja memang untuk beberapa waktu tertentu, Kiara Advani terkadang terlihat lack acting. Terutama saat ia dan Aditya Seal melawan teroris, adegan ini bagi saya sangat tidak lucu dan boring.

Inilah review saya setelah menonton film Indoo Ki Jawani (2020), yang bagi saya sangat membosankan. Plotnya tidak ada yang baru, bahkan plot twist yang dihadirkan tidak bisa membuat film ini jadi lebih menarik. Kira-kira bagaimana pendapat mu? Jangan lupa temukan review film Bollywood lainnya hanya di Bacaterus. 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *