Populer Internasional: Batik Indonesia di Kenya Hingga Imigran Tenggelam di Libya

Nairobi: Warisan budaya Batik Indonesia dikenalkan kepada belasan Duta Besar Asing di Nairobi, Kenya, dalam acara promosi kebudayaan dan ekonomi di Wisma Duta Besar RI di KBRI Nairobi. Acara ini menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Senin, 22 November 2021.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah kesepakatan antara militer dan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok, serta tenggelamnya puluhan imigran gelap di perairan Libya.

Berikut selengkapnya:

  • Batik Indonesia Hadir dalam Penggalangan Dana Panti Asuhan di Kenya

Batik telah terdaftar sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, badan PBB yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
 
Acara “Indonesian Cultural Day” tersebut menampilkan batik sebagai tema utama acara. Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai sejarah, makna, dan proses pembuatan batik, yang diikuti oleh peragaan busana Batik serta demonstrasi berbagai cara pemakaian kain batik.
 
Adapun berbagai pakaian dan kain Batik yang ditampilkan merupakan koleksi pribadi isteri Duta Besar RI untuk Kenya, Ibu Zulfah Nahdliyati Saripudin.
 
Apa komentar Duta Besar Indonesia untuk Kenya atas acara ini? Cek selengkapnya di sini.

  • Militer Sudan Kembalikan Kekuasaan ke PM Abdalla Hamdok

Militer Sudan mengembalikan kekuasaan ke Perdana Menteri Abdalla Hamdok setelah tercapainya sebuah kesepakatan dengan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Kabar disampaikan sejumlah mediator pada Minggu, 21 November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jenderal Burhan, tokoh di balik kudeta Sudan bulan lalu, juga sepakat untuk membebaskan sejumlah tahanan sipil di bawah kesepakatan yang tercapai pada pagi hari kemarin.
 
Apa pernyataan para mediator atas tercapainya kesepakatan antar dua kubu berseteru di Sudan? Cek selengkapnya di sini.

  • 75 Imigran Tenggelam di Lepas Pantai Libya

Setidaknya 75 imigran gelap tenggelam di lepas pantai Libya, lapor Organisasi Keimigrasian Internasional (IOM) pada Sabtu, 20 November. Ini merupakan insiden yang terjadi kesekian kalinya dalam upaya para imigran menempuh perjalanan berbahaya dari Libya menuju benua Eropa.
 
“Lebih dari 75 imigran tenggelam pada Rabu kemarin setelah berangkat dari Libya, menurut keterangan 15 penyintas yang diselamatkan nelayan dan dibawa ke (kota) Zwara,” tulis IOM di Twitter,
 
Libya telah menjadi titik transit vital bagi para imigran gelap yang berusaha mencapai Eropa dalam upaya melarikan diri dari kemiskinan dan konflik di negara mereka masing-masing.
 
Sudah berapa banyak imigran gelap yang meninggal di Laut Mediterania sepanjang tahun ini? Cek selengkapnya di sini.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *