Pil Covid-19 akan Diproduksi di Indonesia?

Jakarta: Demi membantu dunia mengatasi pandemi, Pfizer akan mengembangkan pil covid yang akan menjadi salah satu terapi pengobatan covid-19. Tak hanya itu, Pfizer pun telah mengizinkan obat covid-19 miliknya untuk diproduksi versi generik. 

Rencananya, pil ini akan dipasok di 95 negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Lantas, apakah Indonesia termasuk dari negara-negara tersebut?

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. menyatakan, bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi apakah Indonesia masuk dalam daftar tersebut atau tidak. 

“Tapi yang pasti, kami sudah melakukan pendekatan kepada Pfizer sendiri untuk Indonesia bisa mengakses obat tersebut,” jelas dr. Nadia dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV. 

Apalagi menurutnya kondisi saat ini sudah turun sebagai kondisi endemis yang memungkinkan untuk tidak lagi menggunakan vaksinasi sebagai upaya penanganan pandemi. Dengan kata lain, sudah seperti keadaan di mana ada orang sakit, sudah tersedia obat untuk mengobatinya. 

apa itu pil covid
(Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. menyatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan kepada Pfizer sendiri untuk Indonesia bisa mengakses obat tersebut. Foto: Dok. Metro TV)

Dilansir dari Reuters, Rabu, 17 November 2021 dengan perjanjian lisensi sukarela antara Pfizer dan The Board of the Medicines Patent Pool (MPP) ini akan memungkinkan kelompok yang didukung PBB untuk memberikan sub-lisensi kepada produsen obat generik yang memenuhi syarat untuk membuat pil covid PF-07321332 versi mereka sendiri.

Seperti kita tahu, Pfizer bersama mitranya dari Jerman, BioNTech telah mengembangkan vaksin covid-19 yang paling banyak digunakan di dunia. 

Dalam uji klinis yang sudah dilakukan, pil covid diklaim bisa mengurangi risiko keparahan bahkan kematian akibat covid-19 sampai 89 persen, terutama pada orang dewasa yang memiliki risiko penyakit parah.

Versi generik obat covid-19 Pfizer akan sangat diminati. Perusahaan ini pun berharap dapat memproduksi 180.000 perawatan pada akhir bulan depan, dan setidaknya 50 juta perawatan pada akhir tahun 2022. Pfizer juga akan membebaskan royalti atas penjualan di negara-negara berpenghasilan rendah.

Ketentuan ini juga akan membebaskan mereka di negara-negara lain yang dicakup oleh perjanjian selama pandemi covid-19, akan tetap diklasifikasikan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

(TIN)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *