Pengungsi asal Afghanistan gelar aksi jalan kaki sejauh 12 km

Kami sudah 9 tahun bersabar menunggu. Kami sudah tidak tahan lagi, kesehatan fisik dan mental kami terganggu.

Tanjungpinang (ANTARA) – Ratusan pengungsi asal Afghanistan menggelar aksi unjuk rasa sambil berjalan kaki sejauh sekitar 12 km dari Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan menuju persimpangan jalan di kawasan Bintan Centre, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Senin siang.

Para imigran tersebut berjalan sambil berorasi mendesak pihak Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (The United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) segera memberangkatkan mereka ke negara ketiga. Sebagian dari mereka menggunakan payung, dan menyebarkan selebaran.

Mereka juga membawa spanduk dan karton yang bertuliskan tuntutannya. Aksi para imigran yang dikawal oleh pihak kepolisian itu menjadi tontonan warga.

Aksi tersebut juga sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas kendaraan, terutama di persimpangan jalan saat para imigran menyeberangi jalan.

Para imigran sempat beristirahat sekitar sejam di persimpangan lampu merah di Bintan Centre. Beberapa di antara mereka tetap berorasi hingga mereka berjalan kembali menuju Lapangan Pamedan Tanjungpinang.

Salah seorang pengungsi asal Afghanistan Abdullah Mohammadi mengatakan sekitar 300 orang pengungsi asal Afghanistan mengikuti aksi ini.
Baca juga: Pengungsi Afghanistan berunjuk rasa di depan Kanwil Kemenkumham NTT

Aksi kali ini tidak menggunakan angkutan umum karena berbagai alasan. Namun para pengungsi tetap semangat menyampaikan aspirasi agar UNHCR segera memberangkatkan mereka ke negara ketiga.

“Kami sudah 9 tahun bersabar menunggu. Kami sudah tidak tahan lagi, kesehatan fisik dan mental kami terganggu,” ujarnya.

Ia mengatakan belasan imigran sudah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. “Rekan-rekan kami lainnya ada yang mencoba bunuh diri. Bantulah kami agar kami dapat hidup normal di negara ketiga,” ujarnya pula.

Para pengunjuk rasa ini berencana bermalam di Tanjungpinang. Sementara Rumah Detensi Imigrasi menetapkan seluruh pengungsi hanya dibenarkan beraktivitas mulai pagi hingga sore hari. Mereka harus kembali ke Hotel Bhadra sebelum malam.
Baca juga: Ratusan imigran Afganistan kembali demonstrasi di Tanjungpinang
Baca juga: Pengungsi Afghanistan mempertanyakan nasib ke Kanwil Kemenkumham Jatim

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *