Masyarakat Diimbau Tak Mudah Terprovokasi Seruan Jihad dan Bakar Polres

Jakarta: Masyarakat diimbau tak mudah terprovokasi ajakan tidak baik di media sosial (medsos). Hal itu menyusul beredarnya seruan jihad dan bakar seluruh polres di Indonesia melalui WhatsApp beberapa waktu lalu.
 
“Kita mengimbau agar masyarakat tidak gampang diprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 22 November 2021.
 
Polri berupaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkendali. Informasi di medsos, kata dia, dapat menimbulkan kamtibmas tidak terkendali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Tentu upaya ini dilakukan untuk menciptakan situasi di dunia maya yang sehat bersih dan konstruktif,” ujar Ramadhan.
 
Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap AW, penyebar seruan jihad dan bakar polres-polres se-Indonesia. Warga Bandung itu diringkus sekitar pukul 15.00 WIB pada Jumat, 19 November 2021.
 
Pria berusia 36 tahun itu menyebarkan seruan jihad dan bakar polres dalam keadaan tidak sadar. Dia menenggak obat riklona secara sekaligus sebanyak empat butir. Dampaknya, AW kehilangan fokus dan konsentrasi.
 
Baca: Polri Peringatkan Penyebar Konten Seruan Jihad di WhatsApp
 
AW berjanji ke polisi tak mengulangi perbuatannya. Polri akhirnya tidak menetapkan AW sebagai tersangka. Dia dilakukan pembinaan dan dipulangkan ke rumah.
 
“Polri memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk kita bina, sehingga pada malam harinya pukul 18.30 WIB dipulangkan ke rumahnya dan tentu tidak dilakukan proses hukum, namun dilakukan secara pembinaan,” ungkap Ramadhan.

AW menyebarkan konten itu di WhatsApp Group (WAG). Berikut isi konten tersebut;

Bismillah
 
Sebarkan kepada seluruh umat Islam Sunni Aswaja, ulama-ulama dan pondok-pondok pesantren seluruh Indonesia. Agar segera menabuh genderang perang serukan fatwa jihad fisabilillah, sudah saatnya umat Islam bertempur melawan kebiadaban Densus 88. Serbu markasnya di Megamendung, Puncak, Bogor. Bakar seluruh polres-polres dan nyalakan api. Institusi Polri sudah pada puncaknya menjadi institusi organisasi mafia hukum sarangnya para penjahat berseragam.
 
Panglima Pembebasan Rakyat Indonesia
Panglima Laskar Jihad Siliwangi
Panglima Laskar Jihad Ambon Poso 1999-2002.

 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *