Bocah Korban Persekusi di Malang Depresi Berat

Malang: Korban perundungan di Kota Malang, Jawa Timur, disebut mengalami depresi berat. Kasus dugaan perundungan terhadap anak tersebut sebelumnya terekam dalam sebuah video dan viral di dunia maya.
 
Kuasa hukum korban, Do Merda Al Romdhoni, mengatakan, korban telah diperiksa oleh penyidik Polresta Malang Kota, hari ini. Selama pemeriksaan, korban tampak mengalami depresi.
 
“Pada saat proses pemeriksaan tadi, korban sedikit terbata-bata. Jadi korban tidak bisa menjawab langsung pertanyaan dari penyidik,” katanya, di Mako Polresta Malang Kota, Senin, 22 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Merda menerangkan, saat dimintai keterangan oleh penyidik, korban meminta bantuan ibunya. Sebab, korban tidak bisa menjawab secara langsung.
 
“Jadi ketika penyidik bertanya, karena dia sangat depresi, ibunya yang bisa menerjemahkan bahasa dari korban. Karena sebenarnya bisa dibilang korban ini takut sekali,” ujarnya.
 
Baca juga: Terdakwa Kasus Omeli Suami Mabuk Berharap Bebas
 
“Bahkan tadi untuk masuk ke ruangan Kapolres, korban menangis histeris. Jadi dia enggak mau masuk,” imbuhnya.
 
Di sisi lain, korban disebutkan merupakan siswa yang rajin di sekolah. Korban diketahui bersekolah di salah satu SD swasta dan penghuni salah satu panti asuhan di Kota Malang.
 
“Jadi dia sering dapat ranking di sekolahnya. Sopan santun terhadap guru-gurunya. Kemudian di tempat panti asuhan, dia ngajinya bagus, salat nya rajin. Cuma gara-gara ini, dia jadi sangat depresi berat,” terangnya.
 
Sementara itu, kuasa hukum korban yang lain, Leo Angga Permana, mengapresiasi langkah polisi dalam menyikapi kondisi korban saat ini.
 
“Kondisi korban sangat trauma berat dan Bapak Kapolres itu menyiapkan tim trauma healing,” ungkapnya.

 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *