Sinopsis dan Review The Irregular, Spin-Off Sherlock Holmes

Sherlock Holmes dan Dr. Watson merupakan duo ikonik yang dikenal sebagai detektif paling hebat di Inggris. Kasus sulit apapun bisa ditangani oleh kedua orang jenius ini.

Namun, apa jadinya jika dua orang yang jago menangkap penjahat melibatkan sekelompok anak jalanan untuk memecahkan kasus yang penuh keganjilan? Kisah inilah yang menjadi premis dari film yang dirilis di bulan Maret 2021.

The Irregular adalah series televisi yang merupakan spin off kisah Sherlock Holmes yang sudah legenda. Kali ini fokus cerita berpusat pada sekelompok anak jalanan yang harus berhadapan dengan kasus berbau supranatural berbahaya. Series ini terdiri delapan episode yang masing-masing berdurasi 49-58 menit. Intip yuk sinopsis dan ulasan singkat The Irregular berikut ini!

Baca juga: Sinopsis & Review Film Enola Holmes, Adik Sherlock Holmes

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Crime, Drama, Mystery
  • Produksi: Drama Republic
  • Sutradara: Johnny Allan, Joss Agnew, Weonika Tofilska
  • Pemeran: McKell David, Thaddea Graham, Jojo Macari, Harrison Osterfield, Darci Shaw
  • Episode: 8

Jessie (Darci Shaw) berada di sebuah gua aneh yang menyeramkan. Mahluk gaib berkeliaran di dalamnya. Semakin dalam ia masuk ke gua tersebut semakin banyak ia melihat hal yang mengerikan. Di dalam sana Jessi melihat kerangka manusia tergeletak.

Ada tangan terjulur dari dinding gelap di dalam gua tersebut. Tangan itu menggapai leher Jessie dan berusaha mencekik gadis malang itu. Jessie berteriak. Sayup-sayup ia mendengar suara Bea (Thaddea Graham) memanggil namanya. Ia pun terhenyak dan menyadari bahwa ia tengah bermimpi buruk.

Adegan pembuka tersebut seolah menjelaskan bahwa anak-anak jalanan ini akan berhadapan dengan kasus aneh. Apalagi adegan selanjutnya menampilkan Bae yang melihat hal ganjil di sebuah rumah.

Siapa sebenarnya anak jalanan yang ditampilkan dalam scene pembuka tadi? Nah, mereka menamai kelompok mereka dengan sebutan The Baker Street Irregular. Selain Jessi dan Bea, ada Billy (Jojo Macari), Spike (McKell David) dan Leopold (Harrison Osterfield) yang juga membantu kelompok itu.

Kelima anak tersebut bekerja untuk Dr Watson mengumpulkan informasi di jalanan Kota London yang tidak bisa didapatkan pihak lain. Berkat merekalah Dr Watson bisa memecahkan kasus rumit yang paling tidak masuk akal.

Johnny Allan selaku sutradara untuk proyek series ini memberikan peran Dr Watson kepada Royce Pierreson, sementara rekannya, Sherlock diperankan oleh Henry Lloyd Hughes.

The Irregular mengambil latar di Baker Street era Victoria, fokus utama dalam cerita ini adalah pada geng The Baker Street Irregular. Kasus-kasus yang mereka hadapi mereka semakin terasa tidak masuk akal seiring munculnya kekacauan yang ditimbulkan oleh penjahat dengan kekuatan supranatural.

Dalam series ini Sherlock Holmes ditampilkan sebagai seorang pecandu narkoba dan tidak lagi bisa fokus memecahkan kasus. Musabab itulah yang membuat Bea dan kelompoknya dipekerjakan oleh Dr Watson dan tidak terlalu banyak melibatkan Sherlock Holmes.

Di sepanjang delapan episode ini, Bea terus dihadapkan pada kasus aneh, di antaranya seorang pria yang mempunyai kekuatan memanggil burung gagak dan wanita yang bisa melakukan cloning dengan cara mengambil seluruh gigi korbannya.

Yang tidak kalah bikin geleng-geleng kepala adalah wanita yang bisa mengubah dirinya menjadi siapa saja dengan cara menempelkan kulit muka korban.

Series ini menimbulkan rasa penasaran di benak penonton. Setiap episodenya menghadirkan kasus baru yang berjalan maju dan mundur. Namun, ketika sampai di episode-episode terakhir, kamu akan melihat adanya benang merah yang saling terhubung dalam kasus di The Irregular.

Peran Sherlock Holmes Tidak Banyak

Peran Sherlock Holmes Tidak Banyak

Sebelum perilisan filmnya, Netflix mengumumkan bahwa serial yang digarap oleh Tom Bidwell dan Johnny Allan ini diadaptasi dari kisah The Baker Street Irregular dalam novel karya Sir Arthur Conan Doyle. Namun, proyek ini akan lebih mengutamakan sudut pandang dan interpretasi Tom Bidwell.

Baca juga:

Maka dari itu, kamu akan melihat banyak sekali perbedaan yang ditampilkan dalam kisah Bea dan teman-temannya. Contoh paling kentara adalah peran Sherlock Holmes yang minim.

Dalam serial The Irregular, sosok Sherlock Holmes tidak akan banyak disoroti. Sherlock Holmes akan tampak sibuk dengan dirinya sendiri dan kebiasaannya nge-fly dengan obat-obatan. Dalam series ini Dr. Watson yang banyak berperan bersama dengan Bea dan gengnya.

Nuansa yang Berbeda Dibanding Film Sherlock Holmes Lainnya

Film Sherlock Holmes Lainnya

Bukan hanya dari peran Sherlock Holmes yang tidak banyak disoroti, kalau kamu penggemar fanatik Sherlock Holmes, kamu pasti melihat bahwa The Irregular mempunyai nuansa yang sangat berbeda dibandingkan dengan karya-karya yang diadaptasi dari kisah Sherlock Holmes lainnya.

Sherlock Holmes dikenal dengan pemecahan kasus dan tindak kriminal yang mengandalkan logika dan deduksi, sedangkan The Irregular justru kebalikannya. Dalam memecahkan kasusnya, nuansa horror dan mistiknya sangat kuat.

Ini terlihat dengan hadirnya sosok hantu dan monster yang harus dihadapi oleh para protagonist dalam The Irregular. Misalnya saja saat Bea menyelamatkan bayi dari tangan penculik. Ia tidak hanya harus berjuang melawan penjahat, melainkan juga menemukan cara untuk menghapus sihir jahat yang membelenggu bayinya.

Elemen gaib seperti ini tidak ditemui dalam kisah Sherlock Holmes. Namun, agaknya Johnny Allan ingin menegaskan perbedaan yang jelas pada karya spin off ini dengan memberikan fokus yang sangat besar terhadap geng Baker Street Irregular meskipun sosok Sherlock Holmes masih tetap hadir.

Pengambilan Gambar dan Lokasi yang Ciamik

Pengambilan Gambar dan Lokasi yang Ciamik

Seperti yang dilaporkan oleh media bahwa The Irregular mengambil latar era Victoria, sebuah Era yang ditandai dengan periode panjang yang diisi dengan kemakmuran, perdamaian dan kejayaan Britania Raya di dunia internasional.

Menonton The Irregular, kamu seolah dibawa ke masa klasik yang dipenuhi suasana berkelas. Di menit-menit awal kamu akan disuguhi pemandangan London yang klasik. Gaya berbusana para tokoh pun tidak kalah menarik perhatian.

Tahun 2019 Netflix melaporkan bahwa pengambilan gambar pertama dilakukan di Dorfold Hall, Nantwich. Bangunan ini merupakan bangunan bersejarah berupa rumah mewah dengan taman luas yang cantik.

Proses syuting dilanjutkan di Liverpool, Wirral dan dataran tinggi Saint Geroge. Saint George merupakan permukiman paling tua di Inggris dan pertama kali ditinggali tahun 1612. Rumah sakit di Taman Sefton juga digunakan sebagai lokasi syuting salah satu adegan di The Irregular.

Lalu, ada Grand Entrance di Taman Birkenhead, Chester, Abbey Square dan pinggiran kota Hoole. Tahun 2020, Wales Utara menjadi lokasi selanjutnya untuk melengkapi proses syuting. Pada bulan Agustus 2020, proses syuting dilakukan di Pelabuhan Ellesmere.

Tempat-tempat tersebut digambarkan dalam era Victoria. Sangat menarik dan bikin pangling. Kamu yang menyukai hal-hal berbau era Victoria pasti akan mengagumi pengambilan gambar yang dilakukan oleh sutradara dan kru.

Nah, kesimpulannya adalah The Irregular adalah tontonan yang tidak boleh kamu lewatkan jika kamu menyukai seri petualangan fantasi yang tidak begitu mengerikan. Meskipun banyak perbedaan dari gaya memecahkan kasus yang dilakukan Holmes dan Bea serta kelompoknya, namun sisi misteri khas karya Sherlock Holmes tetap terasa.

Jadi, tidak ada salahnya kamu menghabiskan waktu menonton delapan episode kisah petualangan Bea dengan kasus-kasus supranaturalnnya. Series ini bisa membuatmu penasaran sampai duduk manis menyaksikan seluruh episodenya.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *