Kenaikan Upah Lebih Besar dari Proyeksi Inflasi? Ternyata Ini Alasannya

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menetapkan kenaikan upah minimum 2022 secara nasional rata-rata sebesar 1,09 persen. Padahal, inflasi di Tahun 2022 diprediksi mencapai 3,12 persen.
 
Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Dita Indah Sari menanggapi hal ini. Ia mengatakan, Kemnaker telah melakukan perhitungan kompleks untuk menangani hal tersebut.
 
“Kenapa lebih rendah dari inflasi? karena kita menambah aspek lainnya yang lebih luas. Yaitu, kemampuan konsumsi, rumah tangga, jumlah orang yang bekerja di Rumah Tangga. Indonesia masuk direcovery, jadi harus disiapkan untuk itu,” ujar Dita dalam Primetime News Metro TV, Jumat, 19 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap, kebijakan yang diturunkan dari Undang-undang Cipta Kerja ini bisa memberikan penyesuaian upah minimum per daerah yang berkeadilan. Sehingga, menciptakan lapangan kerja yang lebih baik bagi semua kalangan.
 
Sebelumnya, publik dibuat heboh atas kebijakan upah minimum rata-rata sebesar 1,09 persen yang dinilai timpang dengan proyeksi inflasi di 2022. (Mentari Puspadini)
 
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *