Wall Street Beragam, Indeks S&P-Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi

New York: Wall Street beragam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi setelah penurunan sesi sebelumnya, ketika investor fokus pada pendapatan optimistis ritel dan teknologi yang mengalahkan komentar inflasi hawkish dari pembuat kebijakan Federal Reserve.
 
Mengutip Antara, Jumat, 19 November 2021, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 60,10 poin atau 0,17 persen, menjadi menetap di 35.870,9. Indeks S&P 500 bertambah 15,87 poin atau 0,34 persen, menjadi 4.704,54. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 72,14 poin atau 0,45 persen, menjadi 15.993,71.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan utilitas keduanya merosot 0,54 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor consumer discretionary melonjak 1,49 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terbaik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow tertinggal dari rekan-rekannya karena kerugian tajam di pembuat peralatan jaringan Cisco, yang jatuh 5,5 persen setelah memperkirakan pendapatan kuartal saat ini di bawah ekspektasi karena kekurangan dan penundaan rantai pasokan.
 
Inflasi tetap menjadi prioritas utama bagi investor, dan pasar saham awalnya tergelincir setelah Presiden Bank Federal Reserve New York John Williams mengatakan inflasi menjadi lebih luas dan ekspektasi untuk kenaikan harga-harga di masa depan meningkat.
 
Baik S&P maupun Nasdaq telah bangkit kembali pada pagi hari, dengan yang terakhir didukung oleh Nvidia. Pembuat cip itu melonjak 8,2 persen setelah mengalahkan estimasi kuartalan dan memperkirakan pendapatan kuartal keempat yang lebih kuat.

Memimpin kenaikan

Sektor consumer discretionary memimpin kenaikan di antara rekan-rekannya karena pendapatan ritel positif dari Macy’s dan Kohl’s bergabung dengan laporan positif dari Walmart Inc dan Target Corp awal pekan ini.
 
Macy’s Inc melonjak 21,1 persen, persentase kenaikan satu hari terbesar dalam beberapa dekade, setelah menaikkan panduan perolehan laba tahunan dan menandai rencana untuk potensi pemisahan divisi e-commerce-nya. Jaringan ritel Kohl’s Corp juga melambung 10,6 persen setelah menaikkan perkiraannya.
 
Indeks ritel S&P 500 terangkat 2,8 persen, memecahkan rekor puncaknya untuk sesi ketiga minggu ini, karena investor memandang pendapatan sebagai sinyal permintaan konsumen kuat yang telah bertahan melalui kenaikan inflasi, dan bahwa pengecer ditetapkan untuk musim liburan yang kuat.
 
“Konsumen lebih kuat dari yang diharapkan; ini kabar baik bagi negara secara keseluruhan. Konsumen yang lebih kuat adalah cerminan dari kebangkitan ekonomi yang kuat,” kata Kepala Penelitian dan Perdagangan Harvest Volatility Management Mike Zigmont, di New York.
 
Namun, kekhawatiran atas kenaikan lebih lanjut dalam tekanan harga, bersama dengan ketidakpastian atas rencana pengetatan Fed telah membuat Wall Street lesu minggu ini. “Kami pasti mencapai wilayah overbought dan memastikan akan sehat bagi kami untuk mengambil langkah berikutnya,” kata Kepala Investasi SpiderRock Advisors Eric Metz, yang berbasis di Chicago.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *