Tekanan Darah Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Epilepsi 2 Kali Lipat

Jakarta: Epilepsi menyebabkan kejang, membuat seseorang menyentak tak terkendali, kehilangan kesadaran, tubuh menjadi kaku atau pingsan. Kondisi serius ini terkadang dapat dipicu oleh stroke atau Alzheimer pada mereka yang berusia lebih tua.

Tetapi para peneliti di Boston University School of Medicine ingin mengetahui apakah ada faktor lain yang menyebabkan epilepsi. Mengutip The Sun, biasanya penyakit epilepsi didiagnosis pada masa kanak-kanak atau di atas usia 60 tahun.

Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap hampir 3.000 orang dewasa AS, rata-rata berusia 58 tahun dilakukan. Selama periode waktu pengamatan yaitu sekitar 19 tahun, terdapat 55 orang (1,84 persen) mengembangkan epilepsi.

Para peneliti menemukan bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi) dikaitkan dengan peningkatan epilepsi sebanyak 2 kali lipat. Dan pada mereka dengan hipertensi yang tidak diobati, risikonya naik 2,44 kali lipat, menurut temuan yang dipublikasikan di Epilepsia.

Salah satu rekan penulis Dr Maria Stefanidou mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor independen yang dapat menyebabkan epilepsi.

“Studi kami menunjukkan bahwa hipertensi, faktor risiko vaskular yang umum adalah prediktor independen epilepsi pada usia yang lebih tua,” ujar Dr. Maria.

“Meskipun studi epidemiologi hanya dapat menunjukkan hubungan dan bukan sebab akibat, pengamatan ini dapat membantu mengidentifikasi subkelompok pasien yang akan mendapat manfaat dari manajemen hipertensi agresif yang ditargetkan,” kata Dr Stefanidou.

Dr Stefanidou mengatakan intervensi yang lebih baik untuk pasien hipertensi dapat memangkas “beban epilepsi di usia yang lebih tua”. Menurut Epilepsy Action, sekitar 87 orang di Inggris didiagnosis menderita epilepsi setiap hari, dan satu dari empat orang berusia di atas 65 tahun.

Epilepsy Society mengatakan dalam kebanyakan kasus epilepsi di usia tua, penyebabnya adalah kerusakan pembuluh darah yang mensuplai otak. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah yang memasok darah ke otak mungkin menjadi lebih sempit dan lebih keras, yang mengganggu aliran darah dan oksigen.

National Health Service UK juga mengatakan jika tekanan darah terlalu tinggi, itu memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah, serta jantung, otak, dan organ lainnya. Ini dapat menyebabkan stroke, yang dengan sendirinya terkait dengan epilepsi.
(FIR)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *