Penataan fisik Taman Sangkareang Mataram tak ganggu tamu WSBK

Kegiatan fisik yang kita minta untuk dituntaskan adalah galian di sepanjang jalan protokol untuk penggantian pipa PDAM, sebab kegiatan tersebut dinilai bisa mengganggu kenyamanan tamu WSBK

Mataram (ANTARA) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, kegiatan penataan fisik Taman Sangkareang tidak mengganggu aktivitas tamu World Superbike (WSBK), sehingga proyek tetap berjalan selama WSBK berlangsung sampai 21 November 2021.

“Kegiatan fisik yang kita minta untuk dituntaskan adalah galian di sepanjang jalan protokol untuk penggantian pipa PDAM, sebab kegiatan tersebut dinilai bisa mengganggu kenyamanan tamu WSBK,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kegiatan proyek fisik Taman Sangkareang yang berada di tengah kota tetap berlanjut, meskipun ajang balap motor dunia pada (Jumat 19/11) sudah dimulai.

Menurutnya, kendati kegiatan fisik penataan Taman Sangkareang berada di tengah kota dan menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata, namun kegiatannya bersifat lokal.

“Artinya, yang ditata bagian dalam dan belakang areal taman sehingga tidak mengganggu wisatawan yang biasanya mengambil gambar pada bagian depan taman,” katanya.

Ia menjelaskan kegiatan penataan Taman Sangkareang saat ini sudah mencapai sekitar 40 persen, dengan total anggaran Rp2 miliar dan kontrak pengerjaan sampai 31 Desember 2021.

Dengan melihat realisasi pengerjaan tersebut, pihaknya optimistis penataan Taman Sangkareang bisa selesai tepat waktu.

“Terkait dengan cuaca, para pekerja sudah mensiasati dengan sistem kerja sampai malam. Kalau hujan siang, mereka kerja sampai malam,” katanya.

Dijelaskannya penataan Taman Sangkareang dilakukan dengan konsep berbasis kearifan lokal sebagai upaya melindungi dan melestarikan budaya dan seni kerajinan daerah.

Beberapa kearifan lokal yang akan disiapkan untuk ornamen penataan Taman Sangkareang adalah lumbung dan motif tenun.

“Kita akan membuat beberapa ornamen berbentuk lumbung pada pintu masuk bagian selatan, plaza, selain itu panggung yang sudah ada pada bagian utara akan kita lengkapi dengan ornamen bermotif lumbung dan tenun,” katanya.

Ia menambahkan lumbung dipilih menjadi ornamen utama dalam penataan Sangkareang karena lumbung padi menjadi bangunan hasil seni kerajinan yang bernilai penting bagi suku Sasak di Lombok.

“Sedangkan motif tenun, merupakan salah satu hasil kerajinan masyarakat di Pulau Lombok yang sekaligus sebagai ajang promosi produk kerajinan unggulan daerah,” demikian Miftahurrahman.

Baca juga: Warga Mataram diajak menjadi tuan rumah WSBK yang baik

Baca juga: Mataram dukung kelancaran WSBK dengan siaga personel di gerbang kota

Baca juga: Tim medis RSUD Mataram ikut simulasi penanganan pasien saat WSBK

Baca juga: Dispar Mataram latih puluhan pemandu wisata sambut gelaran WSBK

Pewarta: Nirkomala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *