KPK Masih Mendalami Laporan Transaksi Mencurigakan Pengadaan Alkes

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami laporan dugaan transaksi mencurigakan terkait pengadaan barang dan jasa saat pandemi covid-19, seperti alat kesehatan (alkes). Laporan itu disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
 
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan Lembaga Antikorupsi tidak bisa sembarangan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan laporan. Semua laporan harus dikonfirmasi.
 
“Itu informasi dari intelijen yang disampaikan PPATK, kita enggak bisa menunjukkan laporan PPATK, kemudian kita panggil para pihak, ‘Benar enggak transaksi mu seperti ini?’ Itu nanti kita bisa digorok, digugat,” kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 19 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Alex mengatakan KPK bersama PPATK saling mendalami laporan transaksi mencurigakan itu. Laporan dari masyarakat juga terus berdatangan ke PPATK dan KPK.
 
“Ada informasi yang disampaikan masyarakat, tentu itu akan kami akan combine dengan laporan PPATK yang proaktif terutama,” ujar Alex.
 
Baca: PPATK Analisis Dugaan Korupsi Alkes di Masa Pandemi
 
KPK, kata Alex, juga berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga yang diduga terkait dengan laporan trasaksi mencurigakan itu. Hal ini guna memastikan secara spesifik transaksi mencurigakan tersebut.
 
“Menurut PPATK, ini ada kaitannya dengan dengan misalnya pengadaan terkait penanganan pandemi. Entah pengadaan bantuan sosial atau yang lain sebagainya. Itu yang sedang kita dalami,” ucap Alex.
 
Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya menganalisis transaksi yang mengarah pada dugaan korupsi alkes di masa pandemi covid-19. PPATK juga bekerja sama dengan KPK.
 
“Kalau bicara masalah alkes dan beberapa tindak pidana korupsi yang berhasil dilakukan analisa oleh PPATK baik analisis ataupun pemeriksaan, sudah beberapa kami informasikan ke KPK,” ujar Ivan di Jakarta, Kamis, 18 November 2021.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *