Sinopsis & Review Rumah Dara, Teror Berdarah yang Seram!

Tak banyak film-film horor atau thriller yang berani menayangkan adegan-adegan sadis dan berdarah dengan begitu nyata. Namun pada film Rumah Dara, berbagai adegan sadis tersebut dibuat begitu mengerikan dan diperlihatkan dengan begitu jelas.

Berikut adalah sinopsis dan review Rumah Dara, film yang akan membawa kamu melihat banyak adegan berdarah di sepanjang film. Jadi, siapkan dulu keberanianmu sebelum menonton film ini ya!

Sinopsis

sinopsis rumah dara_

Adjie bersama istrinya, Astrid yang tengah hamil sedang melakukan perjalanan dari arah Bandung menuju Jakarta untuk menuju bandara. Mereka juga bersama sahabat-sahabat mereka, Eko, Alam, dan Jimmy. Adik Adjie, Ladya yang mulanya memiliki hubungan buruk dengan Adjie memutuskan untuk ikut serta dalam rombongan mobil itu untuk mengantar Adjie dan Astrid. 

Di perjalanan, mereka bertemu seorang wanita bernama Maya yang mengaku sebagai korban perampokan. Eko yang “mata keranjang” meminta pada Adjie dan teman-temannya untuk mengantar Maya ke rumahnya. Astrid pun menyetujui. Mereka mengantarkan Maya ke rumah yang ia tunjukkan, yaitu sebuah rumah tua yang cukup mengerikan dan lokasinya terpencil di tengah hutan. 

Maya kembali meminta rombongan itu untuk masuk ke rumahnya untuk bertemu dengan ibunya. Di dalam rumah, mereka disambut oleh ibu Maya yang bernama Dara. Dara kemudian menawarkan rombongan tersebut untuk makan malam. Meski awalnya menolak, mereka akhirnya terpaksa menerima tawaran tersebut. 

Sembari menunggu makan malam, Ladya dan teman-temannya mulai merasa aneh, terutama saat melihat berbagai barang di rumah dan bertemu Adam, kakak Maya. Namun mereka akhirnya tetap melakukan makan malam. Sementara Astrid dan Adjie memilih untuk beristirahat di kamar tamu setelah Dara memberi Astrid segelas minuman untuk kesehatan kandungannya. 

Mereka menyantap daging-daging yang enak saat makan malam. Namun tak lama, Ladya, Alam, Eko, dan Jimmy merasa pusing hingga tak sadarkan diri. Orang yang pertama sadar adalah Alam. Saat sadar, ia masih berada di meja makan. Saat mencari teman-temannya, ia bertemu Maya yang menggodanya. Alam mencoba menolak Maya, namun Maya tiba-tiba marah hingga melukai Alam. 

Maya dan Adam membunuh Alam secara brutal hingga ia terbunuh. Kejadian tersebut dilihat Adjie dan Astrid yang langsung berlari ke kamar atas. Namun Adam berhasil menangkap Adjie dan menusuknya. Sementara Astrid bersembunyi di kamar meski tangannya sudah terluka oleh Adam. Di ruangan lain, Ladya, Eko, dan Jimmy tersadar dan tangan mereka tengah diikat.

Dari celah pintu ruangan, Ladya melihat mayat Alam tengah dimutilasi oleh pelayan rumah itu, Arman. Setelah itu, Arman membuka ruangan dan menyeret Ladya untuk menjadi korban berikutnya. Namun Ladya berhasil melukainya. Mereka bertiga pun kabur ke hutan. Sementara di kamar, Astrid melahirkan anaknya sendirian lalu keluar menemui Adjie yang sudah pingsan. 

Di hutan, Jimmy terbunuh oleh Adam. Sementara Eko yang pingsan ditemukan oleh polisi setempat. Ladya kemudian kembali ke rumah untuk mencari Adjie. Saat Astrid menemui Adjie, Dara mengambil bayi mereka. Astrid yang tak mau melepas bayinya akhirnya terbunuh. Di luar rumah, polisi yang menemukan Eko membawa Eko kembali ke rumah dan menyelidiki rumah tersebut. 

Salah satu polisi menemukan foto-foto dan video yang memperlihatkan bahwa Dara dan anak-anaknya adalah orang-orang yang terlahir di tahun 1880-an dan sering melakukan pembunuhan untuk membuat mereka awet muda dan berumur panjang serta menjual daging-daging manusia tersebut. 

Adam pun segera mematikan lampu hingga akhirnya semua polisi itu terbunuh. Namun Maya mati tertembak oleh salah satu polisi. Kini hanya tersisa Ladya, Adjie, dan bayinya. Ladya berusaha keras membunuh Adam, mulai dari membakar hingga menembaknya. Adam pun berhasil terbunuh. Ladya dan Adjie berusaha kabur, namun Dara yang mulai marah terus berusaha membunuh mereka. 

Adjie akhirnya terbunuh oleh Dara. Sementara Ladya berhasil membuat Dara pingsan. Ia kabur bersama si bayi menggunakan mobil milik para polisi. Dara yang masih hidup kembali memburunya, namun Ladya berhasil menyeret dengan mobil dan membunuhnya. Ladya pun selamat dan membawa si bayi pergi dengan tubuhnya yang sudah berlumuran darah. 

Visual yang Sadis dan Mengerikan

visual yang sadis dan mengerikan rumah dara_

Hal yang paling ikonik dari film Rumah Dara adalah visualnya yang sadis dan mengerikan. Sepanjang film yang berdurasi 95 menit ini, begitu banyak adegan-adegan penuh darah yang akan membuatmu menutup mata karena terlalu menyeramkan. Adegan-adegan berdarah ini juga ditunjukan dengan begitu jelas. Seperti adegan tertusuk, adegan tersayat, hingga adegan mutilasi. 

Lebih dari setengah alur cerita film ini menunjukkan adegan-adegan sadis dan membuat ngilu. Setelah adegan di meja makan, rasanya tak ada sedikit pun scene untuk sekadar menghela nafas. Adegan-adegan pembunuhan ditampilkan secara bertubi-tubi, dan seolah ingin membuat penonton merasakan bagaimana perasaan para pemeran untuk berusaha kabur dari rumah itu. 

Baca juga:

Sejak awal film, teknik sinematografi yang digunakan juga semakin mendukung film ini menjadi film horror atau slasher yang menyeramkan. Mulai dari warna dan nuansa yang dibuat gelap hingga banyaknya shot crazy angle yang seolah ingin menunjukan kekacauan yang terjadi di rumah tersebut. 

Tata suara yang digunakan pada film ini juga semakin mendukung adegan-adegan sadis yang dimunculkan. Pada beberapa adegan klimaks juga digunakan efek suara sunyi atau pun suara berdengung, sehingga penonton seolah merasa ikut berada di film tersebut. Ada pula sebuah scene mutilasi dengan backsound suara lagu lawas yang membuat scene ini terasa begitu menyeramkan.

Penokohan yang Kuat pada Karakter Dara

penokohan kuat rumah dara_

Karakter Dara yang diperankan oleh Shareefa Daanish menjadi karakter yang paling menonjol dari film Rumah Dara ini. Dara digambarkan sebagai ibu muda yang cantik dan anggun dengan dandanan yang unik, namun terkesan menyeramkan. Aura menyeramkan dari tokoh ini bahkan sudah terasa saat ia mengenalkan diri dan belum melakukan hal-hal yang sadis pada korbannya. 

Dari tatapan matanya saja, para penonton sudah bisa melihat nuansa menyeramkan dari tokoh ini. Aksen dialog yang digunakan oleh Dara juga membuat tokoh ini semakin misterius. Di beberapa adegan, ia juga tampak mahir menggunakan Bahasa Belanda. Meski mampu berbuat sadis, Dara juga tetap terlihat anggun di sepanjang film lengkap dengan sepatu hak tinggi dan rambutnya yang rapi. 

Berprestasi di Kancah Internasional

berprestasi rumah dara_

Tak hanya di dalam negeri saja, film Rumah Dara juga mendapat banyak pujian di dunia internasional. Sebelum diputar di Indonesia, Rumah Dara bahkan telah lebih dulu diputar di berbagai festival internasional dan ditayangkan di berbagai negara, seperti Malaysia dan Singapura. Rumah Dara juga berhasil memenangkan banyak penghargaan dalam skala internasional. 

Salah satunya adalah penghargaan pada kategori Aktris Terbaik untuk Shareefa Daanish di Independent Film Award 2011. Selain itu, Rumah Dara juga memenangkan penghargaan di LA Screamfest Horror Film Festival, International Horror and Sci Fi Film Festival of Phoenix Arizona, Freakshow Film Festival of Orlando, dan banyak ajang penghargaan lainnya. 

Itulah sinopsis dan review Rumah Dara, sebuah film yang akan memberikan kengerian dari berbagai visual sadis dan menyeramkan di sepanjang filmnya. Sebelum menonton film ini, pastikan kamu siap dan berani melihat berbagai adegan berdarah dari setiap scene-nya, ya! 

Bagaimana denganmu yang sudah menonton film ini? Apakah menurutmu film ini sudah cukup mengerikan dan membuatmu ketakutan? Ceritakan pengalamanmu setelah menonton film Rumah Dara di kolom komentar, ya! 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *