Pertumbuhan Ekspor Jepang Sentuh Level Terendah

Tokyo: Ekspor Jepang menghentikan pertumbuhan dua digit selama tujuh bulan pada Oktober 2021 karena melambatnya pengiriman mobil. Melambatnya pengiriman tersebut disebabkan adanya kendala pasokan global yang akhirnya menghantam produsen utama ekonomi terbesar ketiga dunia itu.
 
Mengutip Channel News Asia, Kamis, 18 November 2021, pertumbuhan yang melambat menunjukkan kerentanan Jepang terhadap kemacetan rantai pasokan yang sangat mengganggu industri mobil dan telah mengaburkan prospek perdagangan.
 
“Ekspor naik 9,4 persen secara tahun ke tahun di Oktober” ungkap, data Kementerian Keuangan Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencapaian itu sedikit di bawah perkiraan pasar median untuk kenaikan 9,9 persen dalam jajak pendapat. Hal tersebut mengikuti pertumbuhan 13,0 persen di bulan sebelumnya dan merupakan ekspansi terlemah sejak penurunan pada Februari. Sementara itu, pengiriman mobil turun 36,7 persen.
 
“Sementara pembuat mobil merencanakan produksi balas dendam pada November dan Desember, awan masih membayangi  seperti kekurangan semikonduktor akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun,” kata Ekonom Pasar Mizuho Securities Ryosuke Katagi.
 
“Dan tidak ada yang tahu apakah rencana pembuat mobil untuk mencegah dampak kekurangan cip dengan menyesuaikan rantai pasokan mereka akan berhasil. Terseret oleh mobil-mobil pokok, pertumbuhan ekspor yang lamban akan berlangsung selama sisa 2021,” tambahnya.
 
Berdasarkan wilayah, ekspor ke Tiongkok, mitra dagang terbesar Jepang, meningkat 9,5 persen dalam 12 bulan hingga Oktober, melambat dari 10,3 persen pada bulan sebelumnya karena pengiriman mobil ke negara itu turun 46,8 persen.
 
Pengiriman ke AS, pasar utama lainnya untuk barang-barang Jepang, tumbuh hanya 0,4 persen pada Oktober, juga dibebani oleh penurunan ekspor mobil, yang turun 46,4 persen. Impor naik 26,7 persen pada tahun ini hingga Oktober, di bawah perkiraan untuk peningkatan 31,9 persen, membawa neraca perdagangan menjadi defisit 67,4 miliar yen (USD586,60 juta).
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *