Pemkab Sintang Akui Adanya Pengurangan Daerah Tangkapan Air yang Mengakibatkan Banjir

Sintang: Banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat belum surut hingga saat ini. Bencana ini sudah hampir sebulan. Pemkab mengakui, banjir di Sintang dikarenakan faktor berkurangnya daerah tangkapan air yang terjadi beberapa tahun ke belakang.
 
“Berdasarkan hasil wawancara saya dengan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sintang, Pemerintah Kabupaten Sintang sendiri mengakui terjadi adanya kurangnya wilayah tangkapan air atau penutupan wilayah resapan curah hujan,” ungkap kontributor Metro TV Aswandi langsung mengabarkan lewat Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 17 November 2021.
 
Sintang merupakan daerah tempat bertemunya dua sungai besar di Kalimantan, yaitu Kapuas dan Melawi. Melansir pontianakpost.id, sungai-sungai tersebut mengalami berbagai macam permasalahan lingkungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Kedua sungai diketahui terdegradasi akibat dari Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan pembangunan sawit yang tidak mematuhi peraturan buffer zone. Buffer zone sendiri adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai untuk menjaga kelestariannya.
 
Hal ini dibenarkan Direktur Sintang Freshwater Care (SFC) Rayendra kepada pontianakpost.id pada 22 Maret 2021. Walau sudah lama, namun isu ini bisa menjadi gambaran faktor penyebab banjir Sintang yang hingga kini belum larut.
 
“Langkah yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Sintang adalah melakukan reboisasi terhadap hutan yang telah mengalami penurunan fungsi,” lapor Iswandi.
 
Memasuki pekan keempat, banjir dilaporkan berdampak pada 35 ribu Kartu Keluarga (KK). Sementara tujuh ribu KK atau 26 ribu jiwa masih mengungsi. (Mentari Puspadini)
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *