KPK Dalami Aliran Dana Haram Korupsi di Bintan

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi pada Rabu, 17 November 2021. Mereka berdua dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengaturan barang bercukai di Bintan pada 2016 sampai 2018.
 
“Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain masih terkait dengan dugaan penerimaan fee oleh tersangka AS (Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi) dan kawan-kawan dari pemberian izin kuota rokok dan minuman beralkohol di BP Bintan serta adanya aliran dana ke beberapa pihak terkait lainnya,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ipi Maryati melalui keterangan tertulis, Kamis, 18 November 2021.
 
Ipi mengatakan dua saksi yang diperiksa yakni Direktur Utama PR Tri Tunggal Ind Rudy Noerhayadi dan Coorporate Affair PT Tri Sakti Purwosari Makmur Carolus Woto Handoko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ipi enggan memerinci pihak-pihak lain penerima uang haram dari kasus itu. Alasannya untuk menjaga kerahasian proses penyidikan.
 
KPK menahan Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi bersama pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Mohd Saleh H Umar. Keduanya tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengaturan barang bercukai di Bintan pada 2016 sampai 2018.
 
Tindakan korupsi keduanya sudah dipantau sejak Februari 2021. Keduanya diduga melakukan tindakan rasuah terkait pengadaan kuota rokok di Bintan sejak 2016.
 
Baca: Bupati Nonaktif Bintan Diduga Beri Karpet Merah Terkait Pemberian Kuota Rokok
 

 

Halaman Selanjutnya
Apri yang juga wakil ketua…

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *